PADANG (RIAUPOS.CO) - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Sumatera Barat sejak Senin (3/8) pagi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Kota Padang menjadi wilayah yang terdampak paling parah dengan sedikitnya 15 titik banjir. Genangan juga terjadi di Kabupaten Agam dan pohon tumbang dilaporkan di Kota Pariaman.
Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan hingga Senin (3/8) sore tim gabungan masih memprioritaskan evakuasi warga di sejumlah lokasi yang terdampak banjir.
“Untuk saat ini yang paling parah terjadi di Kota Padang. Ada 15 titik yang terendam banjir dan tim gabungan sedang melakukan upaya evakuasi masyarakat yang masih terjebak,” ujar Ilham, Senin (3/8).
Selain Kota Padang, banjir juga terjadi di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, dengan ketinggian genangan sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, di Kota Pariaman dilaporkan terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Ilham menjelaskan, fokus utama saat ini adalah penyelamatan masyarakat sehingga pendataan jumlah warga terdampak, korban yang dievakuasi, lokasi pengungsian, serta kerusakan infrastruktur masih terus dilakukan.
“Sementara ini kami masih fokus pada penyelamatan. Untuk data jumlah korban yang dievakuasi, titik pengungsian maupun kerusakan akibat bencana masih dalam proses pendataan,” katanya.
Baca Juga: Jalan Padang-Solok Diterapkan Sistem Buka Tutup
Untuk mendukung operasi di lapangan, BPBD Sumbar mengerahkan empat unit perahu evakuasi. Dua unit telah diberangkatkan ke lokasi terdampak, sedangkan dua unit lainnya masih disiapkan. Selain itu, sekitar 20 personel BPBD Provinsi Sumatera Barat diterjunkan dan bergabung bersama relawan, Basarnas, serta BPBD kabupaten dan kota yang tidak terdampak banjir.
“Empat perahu kita siapkan. Dua perahu sudah bergerak ke lokasi, dua lainnya sedang disiapkan. Personel BPBD Provinsi yang diturunkan sekitar 20 orang dan dibantu tim SAR serta unsur terkait lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Sumbar, dari 15 titik banjir di Kota Padang, lima lokasi masih menjadi prioritas evakuasi, yakni Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang Kecamatan Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kecamatan Kuranji, dan kawasan Gunuang Sariak.
Baca Juga: Anda Wajib Tahu! Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
Sementara itu, sepuluh titik lainnya masih terendam dan terus dipantau petugas, yakni Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD dr. Rasidin Aia Pacah, SDIT Alam Ar Royyan Bypass Pegambiran, SMPN 27 Sungai Sapih di belakang Kantor Balai Kota Padang, RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balai Baru Kuranji, serta Jalan Usang Sungai Sapiah Simpang Perumahan Taman Asri III.
Di tengah proses evakuasi, Kantor SAR Kelas A Padang juga melakukan penyelamatan terhadap guru dan siswa SMP dan SMA Hamka di kawasan Bypass Padang yang terdampak banjir.
BMKG: Fenomena Atmosfer Picu Hujan Lebat
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan hujan lebat yang terjadi di Sumatera Barat dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga: Lembah Anai Longsor, Jalur Padang-Bukittinggi Lumpuh
Menurutnya, terdapat fenomena konvergensi di wilayah Sumatera Barat yang memicu pertumbuhan awan hujan. Selain itu, Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Sumatera Barat turut memperkuat pembentukan awan konvektif.
“Di samping itu, terdapat anomali suhu permukaan laut yang bernilai positif di Samudera Hindia bagian barat serta kondisi kelembapan udara yang cukup tinggi di wilayah Sumatera Barat. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi,” ujar Decky.
Ia menjelaskan kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat, berdurasi lebih dari satu jam yang dapat disertai angin kencang maupun hujan es di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Rumah di Permukiman Mewah Meledak, Tiga Tewas
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, pohon tumbang, angin puting beliung, serta tanah longsor, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai maupun kawasan perbukitan.
“Kondisi hujan yang terjadi beberapa hari berturut-turut juga dapat meningkatkan risiko longsor meskipun intensitas hujan tidak selalu sangat lebat. Kami mengimbau masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG,” kata Decky.
BPBD Sumatera Barat juga meminta masyarakat tetap waspada karena berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah bersama tim gabungan terus bersiaga melakukan evakuasi, pemantauan, dan penanganan di daerah terdampak guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.(yud/rpg)
Editor : Arif Oktafian