Pesisir Sumbar Dipasang 51 Sirine Peringatan Tsunami, Dua Terdeteksi Bermasalah saat Uji Coba

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Dua dari 51 sirine tsunami di Sumbar terdeteksi bermasalah saat uji rutin 26 Agustus 2026, BPBD segera melakukan penanganan. (Ilustrasi AI)
Dua dari 51 sirine tsunami di Sumbar terdeteksi bermasalah saat uji rutin 26 Agustus 2026, BPBD segera melakukan penanganan. (Ilustrasi AI)

PADANG (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 51 sirine peringatan dini tsunami tersebar di wilayah pesisir Sumatera Barat. Namun dua diantaranya terdeteksi bermasalah saat pengujian rutin pada 26 Agustus 2026. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rezky Hidayat, mengatakan pihaknya memastikan kedua perangkat tersebut segera ditangani agar tetap siap digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

Pengujian sirine ini katanya, dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik, terutama dari sisi aktivasi dan kekuatan suara. "Uji coba ini penting dilakukan, agar diketahui sirinenya aktif atau tidak, suaranya keras atau tidak. Kalau tidak aktif, kita bisa segera perbaiki," ujar Rezky, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Satu Kelompok Warga Australia Hilang, Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Tembus 633 Jiwa

Ternyata, dari hasil pemeriksaan, dua unit sirine mengalami kendala teknis atau tidak aktif. BPBD menjadwalkan untuk segera menanganinya. Sementara 49 dari 51 sirine dinyatakan aktif dengan keluaran suara yang jernih.

Tujuh kabupaten dan kota yang memiliki wilayah pesisir, dipasang 51 titik Early Warning System (EWS) berupa sirine peringatan dini tsunami. Kota Padang jadi yang paling banyak jumlah sirinenya, yakni 33 unit. Lalu Kabupaten Pesisir Selatan dengan lima unit, Kota Pariaman empat unit, dan Pasaman Barat empat unit.

Untuk Kabupaten Agam dipasang tiga unit sirine, Kabupaten Padangpariaman dilengkapi dua unit. Adapun Kepulauan Mentawai belum memiliki fasilitas EWS jenis sirine.

Baca Juga: Gapoktanhut Kesal atas Penundaan Pengesahan Ranperda Konservasi Mangrove di Meranti

Semua perangkat ditempatkan untuk mendukung sistem peringatan dini di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan perairan Samudera Hindia. Keberadaan alat itu menjadi salah satu bagian dari upaya pengurangan risiko bencana tsunami, terutama dengan adanya potensi aktivitas gempa dari zona megathrust Mentawai berdasarkan kajian ilmiah para pakar.

Nantinya pengujian akan dilakukan setiap tanggal 26 pada pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan mencakup kondisi aktivasi sirine serta keluaran suara untuk memastikan perangkat dapat memberikan peringatan ketika dibutuhkan.

Sumber: Padek.jawapos.com

Editor : Rinaldi
pesisir sumbar sirine peringatan tsunani uji coba