SOLOK (RIAUPOS.CO) - Bencana banjir bandang atau galodo menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok yang terletak di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/9).
Musibah tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat arus air deras secara tiba-tiba menghantam kawasan Arosuka (Kayu Aro-Sukaramai), pusat pemerintahan daerah itu dengan membawa berbagai material.Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok Luapan air yang bergerak cepat langsung meluas ke sejumlah titik di area kompleks perkantoran, termasuk menggenangi kawasan gerbang utama serta jalur jalan di sisi kanan kompleks.
Berdasarkan laporan awal yang diterima petugas di lapangan, bangunan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjadi bagian pertama yang terimbas hantaman arus air tersebut.
Baca Juga: Akses Solok-Padang Terputus Akibat Galodo, Pengendara Dialihkan via Padangpanjang
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Nopelius, menerangkan bahwa peristiwa galodo terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian ini menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9).
Nopelius menambahkan, sebelum bencana ini terjadi, BPBD Solok sebenarnya telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mengintai akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.
Merespons kondisi darurat tersebut, BPBD Solok bersama TNI, Polri, Damkar Kabupaten Solok, dan warga sekitar langsung melakukan evakuasi darurat dan upaya penyelamatan.
Baca Juga: Ribuan Hotspot Karhutla Sumsel Penyebab Asap Selimuti Riau, Anak Sekolah di 6 Kabupaten/Kota Libur
Hingga berita ini ditulis, penanganan masih difokuskan pada upaya penyelamatan jiwa. Sementara data korban dan dampak kejadian secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
BPBD Solok meminta masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi aliran sungai serta lokasi-lokasi yang berpotensi bahaya, dan senantiasa mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok Zulhelmi Bosy membenarkan, peristiwa galodo tersebut. ”Iya betul telah terjadi banjir bandang di Kantor Bupati Solok. Kami menuju ke lokasi dari Koto Baru untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Baca Juga: Edi Palue dan Black Ende Tewas dalam Bentrok Dua Kelompok di Jembatan III Barelang, 9 Luka-Luka
Dia menjelaskan, tim gabungan bergerak menuju titik lokasi bencana untuk melakukan penyisiran sekaligus upaya pertolongan. Armada beserta personel dari sejumlah pos pemadam kebakaran, di antaranya Pos Kayu Aro, Pos Sumani, dan Pos Koto Baru telah dikerahkan menuju area terdampak.
Terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun besaran kerugian material akibat bencana ini, pihak berwenang mengaku belum dapat memberikan kepastian.
Proses pendataan dan penanganan di lapangan masih terus berlangsung, di tengah kondisi arus air yang dilaporkan masih sangat deras. ”Untuk adanya korban kami belum mengetahui, kami masih menuju lokasi. Karena air masih deras,” kata Zulhelmi.
Baca Juga: Longsor Putuskan Jalan Provinsi di Palembayan
Lumpuh Total
Selain menerjang kompleks perkantoran Arosuka, galodo juga menerjang kawasan jalur penghubung antara Kabupaten Solok dan Kota Padang pada Senin malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, akses transportasi di lintasan utama tersebut lumpuh total karena tertimbun material lumpur dan puing bangunan.
Menurut laporan pihak kepolisian, luapan arus air deras yang datang secara mendadak turut membawa beragam material hingga menutupi badan jalan. Hingga Senin (21/9) pukul 20.30 WIB, kondisi badan jalan yang menghubungkan wilayah Solok menuju Padang maupun sebaliknya masih belum dapat dilalui kendaraan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Solok mengimbau para pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melintasi jalur yang terdampak bencana. Langkah pengalihan arus lalu lintas pun dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di sekitar lokasi bencana.
Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Praktik Benih Sawit melalui Kunjungan Pembibitan Dami Mas
Kasatlantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung meminta masyarakat dan para pengendara untuk sementara waktu mengalihkan rute perjalanan melalui jalur alternatif demi keselamatan bersama.
”Jadi kami imbau kepada masyarakat untuk sementara menggunakan jalur Padang Panjang karena jalur kita tertutup dengan material banjir bandang,” ujar Iptu Akbar Kharisma Tanjung, kemarin.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan material galodo masih menutupi badan jalan penghubung Solok-Padang tersebut, dan petugas gabungan di lapangan terus memantau perkembangan situasi terkini. (cc1/das)
Laporan RPG, Solok
Editor : Arif Oktafian