SOLOK (RIAUPOS.CO) - Akses jalan Solok-Padang yang sempat putus akibat bencana galodo atau banjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat sudah bisa dilalui, Rabu (23/9). Meski demikian, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas.
Kasatlantas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, menyampaikan ruas jalan ini sudah dapat dilalui kendaraan, baik melalui jalur lama di depan Kantor Bupati maupun jalur baru Kayu Aro.
“Kami tetap menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujar Iptu Akbar, kemarin.
Baca Juga: Satu Nyawa Melayang dan Satu Hilang Akibat Galodo
Warga dan Aparat Gotong Royong Bersihkan Lokasi
Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini menyampaikan bahwa memasuki hari ketiga pascabencana, masyarakat bersama kepolisian dan unsur terkait lainnya masih terus bahu-membahu melaksanakan pembersihan serta penanganan di sejumlah area yang terdampak.
Ia menuturkan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, termasuk dengan bantuan alat berat berupa ekskavator guna mempercepat evakuasi material serta membuka kembali akses yang sempat terputus.
Proses pembersihan tersebut, menurutnya, masih membutuhkan waktu dan tenaga, sementara semangat kebersamaan terus menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi ini.
Baca Juga: 11 Kantor Rusak, 28 Kendaraan Terdampak, 32 Warga Mengungsi Akibat Galodo Terjang Solok
Di sisi lain, pencarian satu korban hilang akibat bencana galodo atau banjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih belum membuahkan hasil. Hasil operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang digelar sepanjang Rabu (23/9) dilaporkan nihil sehingga akan dilanjutkan, Kamis (24/9) hari ini.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Hendri, membenarkan bahwa hasil pencarian pada hari ketiga belum menemukan korban yang masih hilang. “Iya, masih nihil, dilanjutkan Kamis (hari ini, red),” katanya kepada Padang Ekspres (RPG), kemarin.
Bencana banjir bandang tersebut melanda Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Informasi awal kejadian diterima dari Brikto Yandri, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok pada Senin (21/9) pukul 21.39 WIB.
Baca Juga: Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok
Lokasi kejadian berada di Jorong Arosuko, Kenagarian Batang Barus, serta Jorong Linjuang Koto Tinggi, Kenagarian Koto Gaek Guguk. Titik perkiraan lokasi awal kejadian atau Last Known Position (LKP) berada pada koordinat 0°57›9.23» LS dan 100°37’17.30” BT.
Jarak garis lurus dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang menuju LKP tercatat sekitar 37 kilometer dengan radial 116,87 derajat arah tenggara. Sementara jarak tempuh melalui jalur darat mencapai 52 kilometer, dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam.
Penyisiran Empat Sektor Pencarian
Pada Rabu (23/9) tim SAR gabungan kembali menyisir lokasi bencana sejak pukul 07.00 WIB. Area pencarian yang mencakup sekitar 11 kilometer dibagi menjadi empat wilayah kerja atau Search and Rescue Unit (SRU), yakni sektor A, B, C, dan D.
Baca Juga: Akses Solok-Padang Terputus Akibat Galodo, Pengendara Dialihkan via Padangpanjang
SRU 1 menyisir Sektor A di sekitar LKP dengan luas area pencarian sekitar 2,5 kilometer. SRU 2 melanjutkan pencarian di Sektor B dengan luas area sekitar 3,5 kilometer. Adapun SRU 3 dan SRU 4 masing-masing menyisir Sektor C dan Sektor D dengan panjang area pencarian sekitar lima kilometer untuk masing-masing sektor.
Hingga pukul 18.00 WIB, operasi SAR hari ketiga yang dilaksanakan sesuai rencana operasi (Renops) tersebut resmi dihentikan sementara karena belum menemukan hasil. Pencarian direncanakan dilanjutkan pada Kamis (24/9) pukul 07.00 WIB.(cc1/rpg)
Editor : Arif Oktafian