LIMAPULUH KOTA (RIAUPOS.CO) - Hujan berintensitas tinggi memicu tanah longsor di Jalan Lintas Sumatera Barat (Sumbar)-Riau, tepatnya di Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (6/11).
Material tanah, batu, dan kayu menimbun badan jalan sehingga akses penghubung Sumbar-Riau tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah, baik dari Kabupaten Limapuluh Kota menuju Pekanbaru maupun sebaliknya, sempat lumpuh hampir enam jam.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Zaimar Hakim menyampaikan, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu menyebabkan pergerakan tanah hingga material longsor menutup akses jalan.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalan Lintas Sumbar-Riau, Akses Kembali Normal Setelah Tiga Jam
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, longsor diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan lebar 15 meter. “Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan peninjauan ke lokasi untuk memastikan kondisi serta penanganan material longsor,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pangkalan, Iptu Zarwiko Irzal menjelaskan, peristiwa longsor diketahui terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Material berupa tanah, batu, dan kayu menutupi badan jalan dengan ketebalan sekitar tiga meter dan lebar timbunan yang menutup jalan sekitar empat meter.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan bersama pihak terkait segera melakukan pembersihan material longsor. Penanganan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan tiga unit alat berat jenis loader.
Alat berat tersebut didatangkan oleh perusahaan PT KAS dan PT Statika bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Limapuluh Kota. Proses pembersihan juga dikawal langsung personel Polsek Pangkalan di bawah kendali Kapolsek Iptu Zarwiko Irzal.
Baca Juga: Longsor Gerus Pondasi Rumah Warga di Pulau Gadang, BPBD Kampar Pasang Tanggul Darurat
Dalam penanganan tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya BPBD, Damkar, Polsek Pangkalan, TNI melalui Babinsa, Dinas PU, Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban materi dalam kejadian tersebut. Tidak ditemukan pula kendaraan yang tertimbun material longsor.
Setelah dilakukan pembersihan secara intensif, akses Jalan Lintas Sumbar-Riau akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan sekitar pukul 12.10 WIB. Zaimar Hakim mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi kawasan Pangkalan dan Kelok Sembilan agar meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu terjadinya longsor susulan. “Pengendara diminta berhati-hati saat melintasi kawasan rawan longsor, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.(rid/kom/rpg)
Editor : Bayu Saputra