Putra berkunjung ke rumah keluarganya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kunjungan itu, selain mengisi waktu libur, juga ada niat tersendiri yakni ziarah ke makam keluarga.
Saat kunjungan itu, Putra tidak sendiri. Di dalam mobil yang dikendarainya juga ikut orang tuanya bersama sanak saudaranya.
Menuju Kabupaten Inhu, Putra melewati Jalan Lintas Tengah yakni dari arah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sedangkan rumah saudaranya di Kabupaten Inhu berada di Kecamatan Batang Cenaku.
Berangkat sekira pukul 14.30 WIB, Putra memperkirakan tiba di rumah saudaranya sekira pukul 17.00 WIB. Karena rencananya, Putra bersama keluarganya akan melewati jalan pintas yakni dari Jalan Lintas Tengah masuk dari Kecamatan Kelayang melewati Kecamatan Rakit Kulim lalu ke Kecamatan Batang Cenaku.
Putra memang belum terlalu hafal jalan menuju rumah saudaranya di Kecamatan Batang Cenaku. Sehingga ketika memasuki jalan pintas, selalu menghubungi atau menelepon saudaranya.
Ketika sudah akan memasuki arah Jalan Lintas Selatan, ia meminta rute jalan melalui aplikasi Google Maps. Sementara saat itu jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB atau sudah melewati batas waktu yang ditargetkannya.
Salah satu penyebabnya akibat kondisi jalan becek akibat hujan sepanjang sore itu.
”Kita mau memasuki Jalan Lintas Selatan tetapi pesan WhatsApp dan telepon belum direspon,” ucap Putra ke keluarganya.
Dengan penuh keyakinan, Putra terus berjalan. Ketika memasuki Jalan Lintas Selatan, kendaraan yang ia kendarai berbelok ke kiri arah Simpang Empat Belilas.
Dalam perjalanan ke arah Simpang Empat Belilas, masuk balasan WhatsApp saudaranya ke handphone-nya.
Ketika pesan dibuka, ternyata putra baru tahu kalau perjalanan yang diambilnya salah arah.
”Alamaaak….!!! Ternyata kita salah arah. Seharusnya, ketika masuk Jalan Lintas Selatan kita belok ke kanan, bukan ke kiri. Sekarang kita sudah berjalan delapan kilometer dari simpang tadi. Putar balik kita,” ucap Putra ke keluarganya berusaha tetap tenang.(kas)
Editor : Arif Oktafian