PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Neni, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Akasia, Kecamatan Pangkalankerinci. Suatu hari, ia berbelanja di Pasar Baru Pangkalankerinci untuk memenuhi keperluan konsumsi keluarganya.
Di pasar tradisional itu, sejumlah pedagang pun menawarkan sejumlah bahan pokok ke Neni.
”Cari apanya, Buk. Ini banyak sayur bagus harganya murah,” ujar seorang pedagang dengan logat Batak.
”Maaf buk, la do ko,” jawab Neni dalam bahasa Minang.
”Oh, ibu cari lado (cabai) ya? Ini ada buk. Mau cabai sumbar, cabai jawa ataupun cabai medan. Barangnya cantik-cantik semua ini. Ibu kasih saja lah Rp15 ribu seperempat,” kata si pedagang.
Neni pun menggelengkan kepala melihat respon sang penjual yang sangat bersemangat menawarkan barang jajakannya.
”Maksud saya, bukan lado alias cabai, buk. Tapi, barang-barang yang saya mau sudah ada saya beli sebelumnya,” katanya.(amn)
Editor : Arif Oktafian