Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Api Karhutla Belum Padam di Kecamatan Rupat dan Mandau

A
Penulis: Abu Kasim❯
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat pada, Selasa (27/1/2026).
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat pada, Selasa (27/1/2026).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dari lima kecamatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak pekan lalu, sampai saat ini tinggal dua yang masih dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan api.


Advertisement

"Tinggal dua kecamatan yang masih dilakukan pendinginan apinya, yakni di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat dan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau," ujar Manager Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Rabu (28/1/2026).

Ia menyebutkan, kondisi cuaca panas luas lahan terbakar di Sukarjo Mesim mencapai 2,5 hektare, dari awalnya 2 ha. Namun berhasil di padamkan dan masih dalam proses pendinginan oleh petugas.

Sedangkan di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, luas lahan yang terbakar mencapai 6 ha, dengan kondisi lahan gambut dan semak belukar serta perkebunan sawit masyarakat.

Advertisement

"Memasuki hari ke-6, di lokasi kebakaran masih ada titik-titik asap, tim gabungan masih berupaya melakukan pendinginan dan kondisi sumber air sangat sulit, siang hari api hidup kembali. Ini dikarenakan cuaca panas dan angin kencang. Jadi tim masih berupaya melakukan pemadaman api," jelasnya.

Erzan mengatakan, sampai saat ini terpantau titik hotspot yang terdeteksi merupakan titik panas areal terbuka dan bisa menjadi Firespot menyesuaikan kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan, dari rekapitulasi perkembangan titik hotspot dan Karhutla di kecamatan, diantaranya Bengkalis ada 1 titik, dengan luas lahan terbakar mencapai 0,01 Ha di desa Pedekik. Kecamatan Bantan terdapat 2 titik, dengan luasan lahan terbakar mencapai 1 Ha di Desa Bantan Tua, Pasiran.

Advertisement

Kecamatan Bukit Batu nol hotspot dan Kecamatan Bandar Laksamana 1 titik, luas lahan yang terbakar ± 0,5 Ha di Parit 1 Api-api. Kecamatan Siak Kecil nol hotspot. Kecamatan Rupat terdapat 5 titik dengan luas lahan terbakar 2,5 Ha di Desa Sukarjo Mesim. Rupat Utara nihil dan Kecamatan Mandau terdapat 2 titik apai dengan luas lahan terbakat ± 6 Ha di Kelurahan Pematang Pudu.

Kecamatan Bathin Solapan 1 titik hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 Ha di Desa Balai Makam. Kecamatan Pinggir nihil titik api dan kecamatan Talang Muandau terdapat 1 titik dengan luas lahan terbakar mencapai 4 Ha di Desa Tasik Tebing Serai.

"Jadi total keseluruhan ada 8 titik hotspot dengan 8 kejadian, luas lahan yang terbakar mencapai 15,5 Ha. Ini kondisi dan perkembangan titik hotspot dan sudah berhasil dipadamkan. Kami tetap siaga di lapangan, karena sampai saat ini cuaca panas dan angin kencang serta tidak ada turun hujan selama tiga pekan," ujar Erzansyah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pembangunan Sekolah Rakyat Terkendala Lahan

Pembangunan Sekolah Rakyat Terkendala Lahan

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala lahan gambut. Pemkab Bengkalis kini mencari lahan alternatif minimal 6,8 hektare.

Masyarakat Bentrok dengan Security Perusahaan 

Masyarakat Bentrok dengan Security Perusahaan 

Bentrok antara masyarakat dan keamanan PT Adei terjadi di kawasan perkebunan Desa Muara Basung, Pinggir, Bengkalis.

Ajak Masyarakat Bengkalis Bangun Desa

Ajak Masyarakat Bengkalis Bangun Desa

75 kepala desa di Bengkalis dikukuhkan kembali, didorong meningkatkan pelayanan, pembangunan, transparansi anggaran, dan kesejahteraan masya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer