Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembung Luar dan Teluk Lancar Diselimuti Asap Karhutla

A
Penulis: Abu Kasim❯
Di pagi hari Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Bengkalis diselimuti asap Karhutla, Ahad (5/4/2026). (ISTIMEWA)
Di pagi hari Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Bengkalis diselimuti asap Karhutla, Ahad (5/4/2026). (ISTIMEWA)

Advertisement

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tejadi di pesisir Riau, khususnya di lima desa di Kecamatan Bantan dan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Akibat Karhutla di Desa Pelkun, Kelemantan, Sekodi, Teluk Lancar, dan Desa Kembung Luar, membuat daerah tersebut diselimuti asap tebal dan juga partikel debu yang bertebaran di udara, Ahad (5/4/2026).

Dari pantauan di pangan, sejak pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB kabut asap terlihat sangat jelas dan jarak pandang diperkirakan sekitar 2 kilometer (Km). Bahkan, dari informasi masyarakat yang keluarganya ada di Malaysia, asap sudah sampai ke sana sejak dua hari belakangan.

Bahkan partikel debu Karhutla bertaburan di udara dan menempel di rumah warga yang terlihat sangat tebal. Kondisi mengakibatkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak asap tersebut.

"Sudah dua hari ini diselimuti asap. Karena lokasi kebakaran hutan dan lahan sangat dekat dengan perkampungan masyarakat," ucap Salam, warga Desa Kembung Luar, Ahad (5/4/2026).

Ia mengaku, kondisi panas terik dan tak kunjung turun hujan, membuat petugas pemadaman tak mampu berbuat banyak, hanya memadamkan seadanya. Menurutnya, sumber air jauh dari lokasi kebakaran. Sedangkan lahan yang terbakar merupakan tanah gambut serta semak belukar yang sudah kering, sehingga api dengan cepat membakar lahan tersebut.

Advertisement

Sedangkan Ahban, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kembung Luar mengatakan, kebakaran lahan terus meluas. Bahkan asapnya setiap pagi terlihat sangat tebal dan partikel debu karhutla bertebaran di udara, kondisi ini sangat membahayakan warga.

"Bahkan dari saudara kita di Malaysia, asapnya sudah sampai di sana. Kan ini sudah sangat mengganggu dan kami bersama masyarakat tetap berupaya memadamkan api," jelasnya.

Ia berharap, ada bantuan segera dari provinsi maupun pusat untuk mengirim helikopter water bombing. Kalau ini tidak dilakukan, pihaknya khawatir seluruh lahan dari lima desa yang berdekatan akan terus terbakar.

"Hanya kuasa Allah saja yang bisa memadamkan api. Kami terus berdoa agar segera turun hujan deras, sehingga api cepat padam dan tidak ada lagi titik api," harapnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi ST mengatakan, sampai saat ini kawasan hutan dan lahan yang terbakar terus meluas. Bahkan yang terparah saat ini adalah di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Aneh! Kuota Tak Dikurangi, tapi Masyarakat Kabupaten Bengkalis Tetap Sulit Dapatkan BBM Jenis Pertalite

Aneh! Kuota Tak Dikurangi, tapi Masyarakat Kabupaten Bengkalis Tetap Sulit Dapatkan BBM Jenis Pertalite

Sungguh aneh kuota BBM tidak fikurangi Pertamina, namun masyarakat Kabupaten Bengkalis tetap sulit dapatkan BBM jenis Pertalite.

Tiga Pekan Belum Turun Hujan, Kabut Asap Masih Selimuti Kuansing

Tiga Pekan Belum Turun Hujan, Kabut Asap Masih Selimuti Kuansing

Tiga pekan belum turun hujan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Hari Ini, Pemkab Inhu Lanjutkan PTM

Hari Ini, Pemkab Inhu Lanjutkan PTM

Pemkab Inhu kembali menerapkan PTM setelah kabut asap menipis, dengan pembatasan aktivitas luar ruangan demi kesehatan siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer