Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IOM Kampanyekan Migrasi Aman Daru Penyeludupan Manusia

Abu Kasim • Sabtu, 29 November 2025 | 20:31 WIB
Camat Bantan Rafli Kurniawan menanam mangrove di pantai Indah Selatatan Kecamatan Bantan, Sabtu (29/11/2025)
Camat Bantan Rafli Kurniawan menanam mangrove di pantai Indah Selatatan Kecamatan Bantan, Sabtu (29/11/2025)

BANTAN (RIAUPOS.CO) - Duta Migrasi Aman Internasional Organization Migration (IOM) Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bantan melakukan Kampanye Publik Migrasi Aman dan Resiko Penyelundupan Manusia.

Selain kampanye publik, IOM Indonesia juga melakukan penanaman pohon mangrove jenis bibit Api-Api dengan melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir dan juga mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis di Pantai Indah Selat Baru, Sabtu (29/11/2025).

Sebanyak 500 bibit ditanam langsung di pantai Indah Selat Baru Kecamatan Bantan, dipimpin Camat Bantan Rafli Kurniawan, Imigrasi Kelas II PI Bengkalis Sigit Adi Nugroho di PM 15, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Sofyan, Kanit Intel dan bhabinkamtibmas Aipda Mimin Fiktori, Ketua Duta IOM Kabupaten Bengkalis Kecamatan Bantan Samsul Bahri dan 23 Kepala Desa dan Pj. Kepala Desa se-Kecamatan Bantan.

Camat Bantan Rafli Kurniawan menyambut, baik serta apresiasi kepada IOM Indonesia yang telah menyelenggarakan Kampanye Publik Migrasi Aman dan Resiko Penyelundupan Manusia.

Menurut Rafli kegiatan memang ini sangat membantu Pemerintah Kecamatan Bantan, dalam mensosialisasikan terkait dengan Migrasi Aman dan Risiko Penyeludupan manusia bagi para nelayan yang ada di Kecamatan Bantan.

"Terus terang, sebagian besar kegiatan masyarakat kita di Bantan aktivitasnya di laut. Jadi sangat dipandang perlu sekali kegiatan ini diberikan pengetahuan kepada para nelayan dan masyarakat kita agar tidak terlibat pada kegiatan di laut seperti kegiatan penyelundupan manusia dan narkoba serta melawan hukum lainnya," ungkap Rafli.

Ia berharap, melalui kegiatan Kampanye Publik Migrasi Aman dan Risiko Penyeludupan Manusia ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Bantan melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

"Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada IOM Indonesia yang telah menunjuk Duta Migrasi Aman IOM Kabupaten Bengkalis Atuk Samsul Bahri yang telah melaksanakan kegiatan kampanye ini, apalagi Duta IOM ini, di Provinsi Riau hanya ada di Kabupaten Bengkalis yakni Kecamatan Bantan. Dengan adanya Duta IOM di wilayah Kecamatan Bantan ini setidaknya dapat meminimalisir terjadinya penyeludupan orang maupun narkoba," harapnya.

Sementara itu, Ketua Duta IOM Kabupaten Bengkalis Kecamatan Bantan Samsul Bahri menjelaskan,, IOM adalah Organisasi Internasional untuk Migrasi, sebuah organisasi internasional dibawah perserikatan bangsa-bangsa (PBB) di bidang migrasi.

IOM didirikan pada tahun 1951 dengan tujuan mempromosikan migrasi yang manusiawi dan tertib demi kepentingan semua orang, baik migran maupun masyarakat.

Lebih lanjut Samsul mengatakan, fokus utama IOM meliputi, meningkatkan pemahaman tentang isu-isu migrasi.
Membantu pemerintah dalam menangani tantangan migrasi.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Sofyan mengatakan, kapal motor atau motor tempel nelayan Kabupaten Bengkalis yang terdaftar di Prikanan lebih kurang 2000-an.

Jadi, hal ini lanjut Sofyan sangat berpotensi sekali terhadap pergerakan-pergerakan melawan hukum seperti penyelundupan manusia serta narkoba. Tidak jarang juga ditemui oknum nelayan juga memanfaatkan situasi di tengah laut atau memanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang mungkin tidak sesuai hukum atau ilegal.

"Kami mohon sekali melalui kegiatan Kampanye Publik Migrasi Aman dan Risiko Penyeludupan Manusia ini. Para nelayan yang ada di wilayah Kecamatan Bantan untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Kami mohon bapak-bapak nelayan yang hadir saat ini, untuk menyampaikan informasi kepada nelayan lain agar tidak melakukan pelanggaran hukum," tegasnya.

Sofyan mengajak nelayan yang baik dan aman yang selalu taat kepada hukum. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming yang bisa menyesatkan bapak-bapak nelayan semuo. Lengkapi dokumen sebagai sebagai nelayan resmi.

Sigit Adi Nugroho dari Imigrasi Kelas II PI Bengkalis mengatakan, terkait dengan nelayan harus memiliki dokumen resmi dan lengkap, jangan sekali-kali melakukan kegiatan yang illegal atau melanggar hukum. Karena ini akan merepotkan serta merugikan para nelayan sendiri maupun pemerintah. Karena harus diselesaikan lewat jalur antar negara.

Selain itu Sigit mengingatkan jangan pernah melintas keluar negara Indonesia tanpa paspor dan dokumen resmi. Karena apabila tidak memiliki dokumen resmi dipastikan tidak bisa diurus oleh negara.

"Jadi intinya, kita semua harus memiliki dokumen resmi apabila kita ingin pergi ke negara yang lain. Jangan sekali-kali bapak/ibu mencoba berpergian dengan jalur ilegal. Kami imigrasi atau negera tidak akan bisa membantu bapak/ibu semua apabila tertangkap di negara lain, jika tidak memiliki dokumen resmi dan lengkap," jelas Sigit.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
#penyeludupan manusia #Internasional Organization Migration #Duta Migrasi Aman