Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masyarakat Pulau Bengkalis Kesulitan Dapat BBM Jenis Pertalite

Abu Kasim • Senin, 8 Desember 2025 | 13:15 WIB
SPBU Air Putih yang dikelola PT BLJ dalam kondisi direnovasi.
SPBU Air Putih yang dikelola PT BLJ dalam kondisi direnovasi.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam beberapa hari terakhir ini, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Namun penjual BBM hanya menyediakan Pertamax yang harganya lebih tinggi, Pertalite Rp12 ribu di tingkat pengecer dan pertamax Rp16 ribu.

Bahkan di dua SPBU yang ada di Kota Bengkalis, kondisinya selalu kosong dan membuat antrean panjang, khususnya pada sore hari. Ditambah lagi SPBU milik PT BLJ dalam proses perbaikan sampai April 2026.

"Tak tahu kenapa langka Pertalite. Kami hanya dapat pasokan Pertamax dan ini yang dikeluhkan masyarakat Pertalite langka," ujar Andi, penjual BBM di daerah Kebun Kapas Bengkalis.

Namun kondisi kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkalis dalam beberapa hari terakhir malah dibantah oleh Pemkab Bengkalis dan dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan, bahwa stok BBM hingga saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis, Zulpan.

Ia menjelaskan, bahwa antrean yang sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terjadi akibat penyesuaian distribusi di lapangan, khususnya karena SPBU BLJ Air Putih saat ini sedang dalam proses perbaikan dan belum dapat beroperasi sementara waktu.

“Tidak ada kelangkaan BBM di Bengkalis. Hingga saat ini, pihak SPBU juga tidak mengajukan permintaan rekomendasi penambahan kuota. Artinya, stok BBM kita masih aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh berpindahnya konsumen dari SPBU BLJ Air Putih ke SPBU lain yang lebih dekat dengan pusat kota,” tegas Zulpan.

Akibat penutupan sementara SPBU BLJ Air Putih, masyarakat yang biasanya mengisi BBM di lokasi tersebut beralih ke dua SPBU yang berada di Jalan Bantan dan Jalan Lembaga. Lonjakan jumlah kendaraan di titik-titik tersebut menyebabkan antrean terlihat lebih panjang dari kondisi normal.

Zulpan juga menjelaskan kedatangan pasokan BBM ke Bengkalis melalui jalur penyeberangan Pakning sangat bergantung pada jadwal keberangkatan kapal Roro. Kapal Roro baru dapat berangkat setelah seluruh mobil tangki tiba di pelabuhan.

Biasanya, perjalanan dimulai sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi antrean kendaraan. Setelah tiba di Bengkalis, proses pembongkaran BBM di SPBU dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB dan memerlukan waktu kurang lebih satu jam sebelum BBM siap disalurkan kepada konsumen.

Dalam rangka menjaga stabilitas distribusi, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak SPBU serta Pertamina agar penyaluran BBM tetap berjalan lancar. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami memastikan kepada masyarakat bahwa ketersediaan BBM tetap aman dan tercukupi. Antrean yang terlihat saat ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah SPBU Air Putih selesai diperbaiki,” pungkas Zulpan.

Pemerintah berharap dengan adanya penjelasan ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas dan tidak lagi khawatir terhadap pasokan BBM di Bengkalis, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Editor : M. Erizal
#antrean spbu #Pertalite langka #bengkalis