BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Cuaca ekstrem dan belum turun hujan selama dua pekan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1 hektare di Jalan Sukajadi, RT 009 RW 005, Dusun IV Teluk Kumbang, Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Sabtu (24/1). Bahkan kebakaran sudah mencapai dua hektare, dan baru separuhnya yang bisa diatasi. Kebakaran terjadi sejak Kamis (22/1) dan sampai saat ini api di lahan perkebunan milik masyarakat ini masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta masyarakat setempat berjibaku memadamkan api pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Lokasi kebakaran berada di titik koordinat N 1°48”10.704” dan E 101°41’18.342”, dengan kondisi lahan berupa perkebunan sawit dan tanah gambut.
Danpos Koramil 04/Rupat, Pelda S Sinaga mengatakan, sampai saat ini dan masuk hari kedua, api masih menyala dan petugas terus melakukan pemadaman karena kondisi alam yang cukup menyulitkan.
“Ya, untuk hari kedua penanganan, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar satu hektare atau 50 persen sudah berhasil dipadamkan, sementara satu hektare lainnya masih dalam proses pemadaman,” jelas Pelda Sinaga.
Ia mengatakan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pencari madu. Namun hingga saat ini penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang.“Kalau penyebab kebakaran masih kami dalami. Dugaan sementara berasal dari aktivitas pencari madu, namun ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Adapun lahan yang diketahui terbakar milik warga bernama Aseng (42), warga Jalan Sukarjo, Dusun III Parit Gelam, Desa Sukarjo Mesim. Lokasi kebakaran berkisar sekitar 29 kilometer dari Koramil 04/Rupat. Dalam proses pemadaman, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari terbatasnya sumber udara, kondisi tanah gambut yang mudah terbakar, hingga cuaca panas disertai angin kencang.
“Hambatan utama kami adalah keterbatasan sumber udara dan kondisi tanah gambut yang membuat api cepat merambat, ditambah cuaca panas dan angin yang cukup kuat,” ujarnya.
Sebanyak puluhan personel gabungan diterjunkan dengan dukungan peralatan pemadaman berupa enam unit mesin pemadam mini striker, dua unit mesin robin, puluhan selang air, serta nozzle pemadam. Sampai saat ini, tim gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan upaya pemadaman titik api, agar kebakaran tidak meluas ke area lain.(ksm_)
Editor : Bayu Saputra