Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebakaran di Tanjung Leban dan Kelebuk Bengkalis Masih Dilakukan Pendinginan

Abu Kasim • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:45 WIB
Masyarakat peduli gangguan (MPG) Desa Air Putih melakukan aksi edukasi ke masyarakat untuk menyetop aksi bakar lahan, Ahad (8/2/2026).
Masyarakat peduli gangguan (MPG) Desa Air Putih melakukan aksi edukasi ke masyarakat untuk menyetop aksi bakar lahan, Ahad (8/2/2026).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Cuaca ekstrem dan sudah tujuh pekan tak kunjung turun hujan, membuat kobaran api di 9 kecamatan masih sulit dipadamkan. Khususnya titik kebakaran di lahan gambut, yang membakar bagian atas dan lapisan bawah, yang kedalamannya mencapai 1,5 meter.

Seperti kebakaran di Jalan Cor-coran, Dusun Bakti Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana dan Desa Kelebuk Kecamatan Bantan, membuat petugas harus tetap siaga dan melakukan pendinginan.

Bahkan selama sepekan di Desa Tanjung Leban luas lahan terbakar 15 hektare. Sedangkan di Kelebuk mencapai 8 hektare.

"Ya, petugas masih melakukan pengecekan dan pemantauan di beberapa lokasi kebakaran. Di dua lokasi kebakaran ini masih cukup susah dipadamkan karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Termasuk di Kecamatan Bathin Solapan, Rupat, Bengkalis, Bantan, Pinggir masih tetap siaga petugas kita," jelas Manager Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Ahad (8/2/2026).

Di tempat terpisah, pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, aparatur desa serta perwakilan dari dinas terkait di wilayah Desa Air Putih Bengkalis menggelar aksi pencegahan dengan turun langsung ke lokasi kebakaran pada, Ahad (8/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan dan lahan, yang pernah menjadi lokasi kebakaran tersebut tidak hanya sebagai bentuk peringatan, namun juga sebagai upaya konkret untuk menghentikan praktik pembakaran yang kerap menjadi masalah serius di wilayah Riau.

Kepala Desa Air Putih, Samsuddin menyampaikan, kekhawatiran yang terus meningkat terkait dengan dampak buruk pembakaran lahan dan hutan.

"Selama beberapa tahun terakhir, kita sering menghadapi musim kemarau yang disertai dengan kebakaran lahan yang tidak hanya merusak ekosistem alam, namun juga mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap masalah pernapasan," jelasrnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap orang yang terbukti melakukan atau membolehkan pembakaran lahan dan hutan dapat dikenai ancaman pidana hingga 10 tahun penjara atau denda sebesar Rp10 miliar. Selain itu, praktik tersebut juga dapat dikenai sanksi administratif lainnya sesuai dengan peraturan daerah.

"Kami akan melanjutkan ini ke berbagai dusun dan kelompok masyarakat di Desa Air Putih, serta bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pemantauan secara berkala agar tidak ada lagi praktik pembakaran lahan dan hutan di wilayah kita," jelasnya.

Ia juga akan memberikan, bantuan dan pendampingan kepada masyarakat yang ingin beralih ke sistem pertanian yang lebih baik dan ramah lingkungan," pungkasnya. Diharapkan dengan adanya kampanye ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan akan semakin meningkat, dan praktik membakar lahan dan hutan dapat benar-benar dihentikan untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan lestari bagi seluruh lapisan masyarakat di Desa Air Putih dan sekitarnya.  

Sedangkan tokoh masyarakat Desa Air Putih Bengkalis, Amir Fauzan juga menjelaskan, bahwa dampak dari pembakaran lahan dan hutan tidak hanya terbatas pada kerusakan vegetasi dan kehilangan habitat satwa liar.

"Kebakaran lahan menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya seperti karbon monoksida dan partikel halus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronis, kepada masyarakat desa air putih masalah jantung, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kerusakan tanah akibat pembakaran juga membuat lahan menjadi kurang subur dan sulit untuk digunakan kembali dalam jangka panjang," tegasnya.

Darwandi, Wakil BPD Desa Air Putih juga mengajak anggota kelompoknya, serta warga sekitar untuk beralih ke metode pembukaan lahan yang lebih ramah lingkungan.

"Kita sadar bahwa selama ini pembakaran dianggap sebagai cara yang cepat dan murah untuk membuka lahan, namun sekarang kita menyadari bahwa dampaknya jauh lebih besar dari pada keuntungan yang diperoleh.
Kita akan mulai menerapkan metode pembajakan manual atau penggunaan alat mesin yang tidak merusak lingkungan," harapnya

Ia menegaskan, selain penyampaian informasi dan arahan, kegiatan pencegahan ini diisi dengan sesi edukasi tentang cara mencegah kebakaran lahan dan hutan, serta langkah-langkah yang harus diambil jika menemukan titik panas atau kebakaran di sekitar wilayah tinggal. Peserta juga diajak untuk melakukan penanaman bibit pohon di beberapa titik yang pernah terbakar sebagai bentuk aksi nyata dalam memulihkan ekosistem yang rusak.

Baca Juga: Satu-satunya Figur Asia, Jungkook BTS Masuk Daftar 15 Orang Paling Terkenal di Dunia Versi AOL Global

Di sisi lain, menyikapi kondisi cuaca cendrung ekstrim saat ini dan munculnya titik api di pulau bengkalis, memicu pengurus Koperasi Sri Bina Daerah berkolaborasi bersama Babinkamtibmas dan pemerintah desa (Pemdes) Kelemantan Barat Kecamatan Bengkalis melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan pembukaan lahan atau pembersihan kebun dengan cara membakar. Karena dampak apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat merugikan banyak pihak

Keseriusan pihak Koperasi Sri Bina Daerah melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dalam pencegahan karhutla, bentuk kepedulian dan pentingnya menjaga lingkungan di negeri junjungan.

Di mana kegiatan tersebut sebelumnya dilaksanakan di Desa Teluk Lancar, kini dilaksanakan di Desa Kelemantan Barat yang di hadiri Bhabinkamtibmas Aipda Agustiar Syahputra dan Sekretaris Desa Kelemantan barat Edi ismanto. asla ketua koperasi Sri bina daerah menjelaskan

"Kami terus bergerak melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat. Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan pembukaan lahan dan membersihkan kebun atau lahan dengan cara membakar," ujar Ketua Koperasi Sri Bina Daerah, Pasla, Ahad (8/2)

Menurutnya, apabila karhutla tidak dicegah, maka rentan terjadi karhutla. Disamping dapat mengancam kesehatan masyarakat secara umum,juga ada pidana dan denda berat terhadap pelaku pembakaran lahan.untuk itu ayo kita sama-sama mencegah.(ksm)

Editor : Edwar Yaman
#Kelebuk Bengkalis #karhutla #Desa Air Putih Bengkalis #Tanjung Leban #cuaca esktrem