BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang, dari lima kecamatan sebelumnya, tinggal empat kecamatan yang masih membara api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Senin (30/3/2026).
Sedangkan empat kecamatan yang masih dilakukan pemadaman yakni Kecamatan Rupat seluas 50 Ha di Desa Sukarjo Mesim, Desa Teluk Lecah, Kelurahan Pergam.
Kecamatan Bengkalis seluas 42 Ha di Desa Pedekik. Kelemantan Rupat Utara luas 25 Ha di Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar dan Kecamatan Bantan seluas 12 Ha di Mesa Muntai dan Teluk Lancar, dengan total lahan terbakar mencapai 129 Ha.
"Sampai saat ini api masih melahap lahan gambut dan dari pekan lalu luas lahan yang terbakar hanya 105,3 hektar, sekarang bertambah menjadi 129 hektar lebih di empat kecamatan," ujar Manajer Pusdalps-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Senin (30/3/2026) malam.
Ia menyebutkan, Karhutka Kecamatan Rupat sudah masuk hari ke-20 sejak tanggal 9 hingga 30 Maret 2026. Lokasi 1 di Jalan Baru RT.11/RW.06 Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo Mesim.
"Lahan yang terbakar merupakan perkebunan sawit dan semak belukar, dengan vegetasi perkebunan sawit dan semak belukar. Tipe kebakaran atas dan bawah, luas kebakaran 25 Ha. Luas yang sudah dipadamkan 25 Ha, dan luas pendinginan luas 2 Ha," jelas Erzan.
Sedangkan di lokasi 2 yang terjadi sejak Rabu (18/3/2026) dan sampai Jumat (30/3/2026) pukul 16. 45 WIB di Jalan Meranti RT08/RW03, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, di lahan masyarakat dengan luas kebakaran lebih kurang 10 Ha, luas dipadamkan 4 Ha, luas pendinginan 6 Ha.
Di lokasi ke 3, yang terjadi sejak Ahad (22/3/2026) sampai Senin (30/3/2026) sore, di Jalan Perjuangan RT15/RW06 Dusun Mekar Sari, Kelurahan Teluk Lecah, perkebunan sawit dan semak belukar luas kebakaran 15 Ha, luas dipadamkan 6 Ha, luas pendinginan 9 Ha.
Sedangkan kebakaran lahan di Kecamatan Bengkalis yang terjadi sejak, Senin (23/3) sampai Senin (30/3/2026) sore, lokasi 1 di Jalan Geriliya Dusun IV Kelapasari RT 11/RW06, Desa Pedekik.
Lahan yang terbakar semak belukar milik masyarakat dan kondisi tanah gambut, luas kebakaran 27 Ha, luas dipadamkan 16 Ha, luas pendinginan 11 Ha
"Kondisi terkini titik api dan asap masih ada, saat ini tim satgas masih melakukan pemadaman dan pendinginan dilokasi terbakar sulitnya sumber air dan asap tebal," jelas Erzan.
Ia mengatakan, kondisi kebakaran lahan di saat masyarakat muslim sedang melaksanakan hari raya Idul Fitri, sehingga kondisinya makin parah dan juga membuat masyarakat menjadi resah. Karena api terus membesar, akibat tiupan angin cukup kencang.
"Kami berharap agar dalam waktu dekat ini terjadi hujan, sehingga api dapat segera padam. Jika tidak ada bantuan hujan dari langit, maka api akan terbit berkembang dan sulit dipadamkan," jelasnya.
Ia mengatakan, kondisi panas membuat lahan yang terbakar di pulau Bengkalis ada di Desa Teluk Pambang, Desa Pelkun dan ada di Kecamatan Pinggir di Desa Buluh Apo. Saat ini api sulit dipadamkan, karena sumber air yang sangat jauh dan kering sehingga api terus meluas.
"Kami berharap hanya hujan yang bisa memadamkan api. Karena kondisi lahan kering, api dengan mudah membesar," jelasnya. (ksm)
Editor : M. Erizal