Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspansi Usaha Masih Selektif

T
Penulis: Tim Redaksi❯

ANINDYA NOVYAN BAKRIE
ANINDYA NOVYAN BAKRIE


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar keuangan domestik membuka tahun 2026 dengan euforia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, di balik reli tersebut, dunia usaha masih memilih bersikap hati-hati dalam mengeksekusi ekspansi.

Merujuk survei Kadin Business Pulse, kuartal IV 2025, optimisme pelaku usaha tercatat mencapai 40 persen, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35 persen. Sementara 25 persen responden menilai kondisi usaha berada pada level normal. Survei ini merupakan riset perdana yang dilakukan Kadin Indonesia Institute.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebutkan, penguatan pasar menjadi faktor utama pendorong optimisme dengan kontribusi 38 persen. Iklim persaingan usaha yang lebih kondusif menyumbang 24 persen, disusul regulasi yang dinilai membaik sebesar 23 persen.

“Dari sisi sektoral, optimisme tertinggi tercatat pada jasa keuangan dan asuransi. Ini sejalan dengan penguatan pasar keuangan yang tercermin dari lonjakan IHSG menembus level psikologis 9.000 di awal tahun,” ujar Anindya di Jakarta, Ahad (1/3)

Meskipun demikian, dia mengingatkan masih ada tantangan struktural yang membayangi dunia usaha. Di antaranya kebijakan dan regulasi pemerintah (20 persen), akses pembiayaan (17 persen), permintaan (13 persen), serta isu tenaga kerja (9 persen).


Advertisement

Baca Juga: Tanpa Haaland, City Punya Semenyo

Survei Kadin bersama  Perbanas menunjukkan, optimisme tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi aksi ekspansi. Hanya 39 persen pengusaha yang menyatakan siap berinvestasi atau memperluas usaha dalam enam bulan ke depan.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Aviliani menjelaskan, sebanyak 71 persen pengusaha meyakini kebijakan pro-growth mampu memperkuat sektor riil. Namun, keyakinan itu belum otomatis mendorong keputusan investasi.(agf/dio/jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Menguat, Investor Waspadai The Fed

IHSG Berpeluang Menguat, Investor Waspadai The Fed

IHSG berpeluang menguat pekan ini, tetapi investor perlu mewaspadai keputusan suku bunga The Fed, inflasi AS, dan arus modal asing.

Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham

Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham

Lonjakan harga minyak global di atas USD 100 per barel memicu kekhawatiran inflasi dan menekan pasar saham serta nilai tukar rupiah.

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

IHSG menguat 1,01 persen ke 6.686,44, ditopang sentimen domestik, sementara mayoritas bursa Asia melemah di tengah risiko geopolitik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer