Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bank Indonesia Hubungkan BI-FAST dengan Nexus

Tim Redaksi • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:45 WIB
Ilustrasi gedung BI
Ilustrasi gedung BI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Transfer uang lintas negara bakal makin cepat dan murah. Bank Indonesia (BI) pun telah bergabung dengan proyek Nexus, inisiatif global itu untuk menghubungkan sistem pembayaran antarnegara. Lewat langkah tersebut, BI-FAST akan tersambung langsung dengan jaringan pembayaran internasional, sehingga transaksi dari dan ke luar negeri bisa dilakukan lebih efisien.

BI akan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, keikutsertaan Indonesia dalam Nexus menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas pembayaran global. RI merupakan salah satu koridor remitansi terbesar dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun penerima remitansi.

“Pembayaran antarnegara yang makin terpadu dan tanpa hambatan akan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara kawasan,” kata Perry di Jakarta, Selasa (3/2).

Melalui Nexus, biaya remitansi diharapkan turun, waktu transaksi makin singkat, serta daya saing pelaku usaha nasional meningkat. Proyek itu sendiri merupakan inisiatif Bank for International Settlements (BIS) sejak 2021 untuk menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik atau instant payment systems (IPS).

Pada 2025, proyek ini masuk tahap implementasi dengan berdirinya Nexus Global Payments (NGP) oleh sejumlah bank sentral. BI yang sebelumnya hanya berstatus special observer, kini resmi menjadi anggota penuh. “BI berkomitmen mengembangkan BI-FAST agar terhubung dengan Nexus,” ujar Perry.

Interkoneksi BI-FAST dengan Nexus juga ditujukan memperluas inklusi keuangan. Meski terkoneksi global, BI menegaskan kedaulatan sistem pembayaran tetap dijaga. Proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.

Langkah itu merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 serta sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity ASEAN. Selain itu, kebijakan ini juga mendukung agenda reformasi sistem pembayaran global yang didorong G20.

“Ke depan, BI terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas di berbagai yurisdiksi,” tambahnya.(mim/dio/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#nexus #perry warjiyo #BI Fast #bank indonesia