RENGAT (RIAUPOS.CO) - Plt Kepala Pelaksanaan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ergusfian S.Sos mengimbau warga untuk waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Pasalnya, sejak beberapa pekan terakhir, cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Inhu meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Almarhum, hingga saat ini belum ada terjadi Karhutla dalam wilayah Kabupaten Inhu. Kondisi ini hendaknya terus dijaga dan saling mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas memicu karhutla," ujar Plt Kalaksa BPBD Inhu, Ergusfian, Rabu (11/2/2026).
Dijelaskannya, suhu udara pada siang Rabu (11/2/2206) mencapai 32 hingga 33 C⁰. Sehingga dengan kondisi itu meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan," katanya.
Masyarakat yang melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat melaporkannya ke tingkat desa atau ke tingkat kecamatan. Sehingga ketika terjadi Karhutla dapat ditangani secara bersama dengan BPBD, agar tidak melebar lebih luas.
Lebih jauh disampaikanmya, dengan kondisi cuaca ekstrim, pihaknya juga meningkatkan pengawasan dan turun lapangan. Dimana, melalui turun lapangan itu sekaligus memberikan imbauan waspada Karhutla kepada masyarakat. (kas)
Editor : M. Erizal