Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Lanjutkan Perundingan dengan AS usai Pemakaman Khamenei

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Warga Iran berbondong-bondong menuju Grand Mosalla tempat upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Ahad (5/7/2026). (WAKIL KOHSAR/AFP)
Warga Iran berbondong-bondong menuju Grand Mosalla tempat upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. (WAKIL KOHSAR/AFP)

Advertisement

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Iran berencana melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat setelah seluruh rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selesai. Namun, langkah diplomatik tersebut dihadapkan pada tekanan kuat dari kelompok garis keras dan masyarakat yang menuntut pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi mereka.

Ratusan ribu warga memadati jalan-jalan Teheran pada Ahad (5/7) hingga Senin (6/7) untuk mengiringi prosesi pemakaman Ali Khamenei. Peti jenazah yang diselimuti bendera Iran diarak dari Kompleks Grand Mosalla menuju Bandara Internasional Mehrabad sebelum diterbangkan ke Mashhad untuk dimakamkan.

Advertisement

Di sepanjang prosesi, para pelayat tak hanya menyampaikan penghormatan terakhir, tetapi juga melontarkan seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah massa membawa poster yang menyerukan pembunuhan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Boneka menyerupai Trump juga terlihat digantung di sepanjang rute iring-iringan jenazah.

“Hari ini (kemarin, red) bukan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin kami. Kami datang untuk membalas dendam, dan kami akan melakukannya,” ujar salah seorang pelayat, Fatima Hassan, seperti dikutip The Times of Israel.

Advertisement

Perdebatan Negosiator

Meski suasana berkabung diwarnai kemarahan, pemerintah Iran menegaskan pembicaraan dengan Washington hanya ditunda sementara hingga prosesi pemakaman selesai. Setelah itu, proses negosiasi akan kembali dilanjutkan.

Laporan Iran International menyebut perdebatan di kalangan elite Iran kini bukan lagi mengenai perlu atau tidaknya berunding dengan Amerika Serikat, melainkan siapa yang akan memimpin proses negosiasi tersebut.

Kelompok garis keras mendesak pemerintah tetap mengutamakan pembalasan atas kematian Ali Khamenei serta mempertahankan program rudal Iran sebagai aset strategis. Mereka juga mengkritik pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang dinilai terlalu lunak dalam pendekatan terhadap Washington.

Kontroversi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa sebagian kapal dagang internasional mulai beralih menggunakan jalur pelayaran di sisi Oman di Selat Hormuz. Kelompok konservatif menuding pemerintah telah melemahkan posisi strategis Iran di kawasan.(lyn/gas/jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

AS dan Iran saling serang fasilitas militer, memicu eskalasi konflik terbaru di kawasan Asia Barat pasca serangan drone dan misil.

Hasil Imbang Dramatis Aljazair vs Austria Singkirkan Iran dari Piala Dunia 2026

Hasil Imbang Dramatis Aljazair vs Austria Singkirkan Iran dari Piala Dunia 2026

Hasil imbang dramatis 3-3 Aljazair vs Austria dil laga terakhir fase grup meloloskan keduanya, dan siingkirkan Iran dari Piala Dunia 2026.

Melintasi Selat Hormuz Wajib Kantongi Izin Teheran, Iran Bahas Tata Kelola Bersama Negara Tetangga

Melintasi Selat Hormuz Wajib Kantongi Izin Teheran, Iran Bahas Tata Kelola Bersama Negara Tetangga

Iran perketat kontrol Selat Hormuz, wajibkan izin pelayaran; AS menolak klaim dan pungutan tarif jalur internasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer