Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Serentak Bombardir Enam Negara

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz lepas pantai timur Uni Emirat Arab, Khor Fakkan, Ahad (12/7/2026). Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara di Teluk Persia. (AFP)
Kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz lepas pantai timur Uni Emirat Arab, Khor Fakkan, Ahad (12/7/2026). Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara di Teluk Persia. (AFP)

Advertisement

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Ame­rika Serikat (AS) di sekitar Teluk Persia. Serangan ke beberapa negara yang dilancarkan dalam waktu hampir bersamaan itu disebut Iran sebagai balasan atas gempuran Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan AFP, Ahad (12/7), ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Sementara itu, berdasarkan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) melalui tayangan resminya, mereka melancarkan serangan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Jordania, dan Qatar.

Advertisement

“Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang,” kata salah seorang petinggi IRGC. Dalam pernyataan resmi IRGC yang disiarkan IRIB sebagaimana dikutip Al Jazeera,  salah satu sasaran mereka adalah landasan udara AS di Jordania. 

Mereka menyebutkan, lokasi tersebut merupakan hanggar yang menampung drone MQ-9. Rudal balistik Iran berhasil menghantam pusat komando dan kendali di pangkalan militer tersebut.

Advertisement

Di antara pemantik sera­ngan pihak Iran itu adalah AS yang terus mendesak kapal tanker untuk melewati Selat Hormuz. Padahal, Iran menyatakan, telah menutup selat yang penting bagi distribusi minyak dunia tersebut. Selain itu, Teheran juga mengklaim militer Washington DC menyerang fasilitas telekomunikasi di pesisir selatan mereka.

IRGC menuturkan, rentetan serangan yang mereka lakukan itu baru permulaan. Iran bersiap melancarkan rangkaian serangan kembali. “Agresi berkelanjutan dari AS akan menyebabkan respons yang lebih keras (dari Iran),” kata perwakilan IRGC.

Peringatan Keras

Rentetan serangan Teheran itu dimulai sejak Kamis (9/7) lalu. Serangan tersebut diikuti peringatan Iran kepada AS agar tidak melakukan serangan lagi ke wilayahnya. Jika AS masih melakukan serangan, Iran bakal menyerang seluruh fasilitas AS yang ada di kawasan Teluk.

Ternyata, peringatan keras dari Iran itu tidak ditanggapi oleh AS. Menurut laporan CNN, AS kembali melakukan serangan ke Iran kemarin (12/7). Pihak AS beralasan bahwa Iran sudah menyerang atau menembaki kapal yang melewati Selat Hormuz.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer

Konflik AS dan Iran kembali memanas setelah militer Amerika menyerang sejumlah lokasi strategis di Iran. Teheran membalas dengan menggempur

Iran Lanjutkan Perundingan dengan AS usai Pemakaman Khamenei

Iran Lanjutkan Perundingan dengan AS usai Pemakaman Khamenei

Iran berencana lanjutkan perundingan dengan AS usai pemakaman Ali Khamenei di tengah tekanan kelompok garis keras.

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

AS dan Iran saling serang fasilitas militer, memicu eskalasi konflik terbaru di kawasan Asia Barat pasca serangan drone dan misil.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer