Pemkab Kampar Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM hingga Rp40 Juta pada 2027

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menyiapkan program subsidi bunga pinjaman modal bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada 2027.
Melalui program ini, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah mengakses permodalan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi, dengan skema pinjaman yang tengah disiapkan mencapai Rp40 juta.
Wakil Bupati Kampar Misharti mengatakan, Pemkab Kampar saat ini mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perbankan untuk merealisasikan program tersebut.
Baca Juga: Satpolairud Polres Rohil Amankan Lima Ton Kayu di Pelabuhan Bagansiapiapi
Menurutnya, skema subsidi bunga yang direncanakan mengacu pada program serupa yang telah diterapkan di Kota Batam. Dalam skema ini, pemerintah daerah menanggung bunga pinjaman sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh modal usaha dengan beban pembiayaan yang lebih ringan.
"Insya Allah, pada 2027 Pemerintah Kabupaten Kampar akan memberikan subsidi bunga untuk pinjaman modal kepada UMKM. Saat ini, kerja sama dengan perbankan sudah mulai dijajaki," ujar Misharti di Gedung Guru Kampar, Bangkinang, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan kerja Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar ke Batam, skema pembiayaan tersebut juga mencakup perlindungan asuransi bagi peminjam.
Selain itu, Pemkab Kampar mempertimbangkan besaran pinjaman yang dinilai cukup untuk membantu pelaku UMKM membeli peralatan produksi dan bahan baku berkualitas.
"Awalnya kita berpikir pinjaman sebesar Rp20 juta. Namun, berdasarkan pengalaman di Batam, jumlah tersebut dinilai masih tanggung untuk pelaku UMKM. Karena itu, kita mempertimbangkan pinjaman sebesar Rp40 juta," jelasnya.
Misharti menambahkan, validasi dan verifikasi calon penerima pinjaman nantinya akan dilakukan oleh pihak perbankan. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pembiayaan disalurkan kepada pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dan benar-benar membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.
Selain memperluas akses permodalan, Pemkab Kampar mendorong produk UMKM lokal agar dapat menembus jaringan ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




