Bobol Rumah dan Curi Motor di Kampar, Pemuda 21 Tahun Ditangkap Polsek Tapung

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung berhasil meringkus seorang pria berinisial MA (21) yang merupakan spesialis pencurian dengan pemberatan (pembobolan rumah). Dalam melancarkan aksinya, pelaku tidak sendirian, melainkan dibantu oleh rekannya berinisial CA yang kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Tapung Kompol YE Bambang Dewanto menyatakan bahwa pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polsek Tapung.
"Pelaku MA ini sudah memiliki dua laporan di polsek dan aksinya juga terekam kamera CCTV milik korban," ujar Kompol Bambang, Sabtu (7/11/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan warga Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung yang melihat seorang pria tidak dikenal sering lalu-lalang di lingkungan mereka. Warga yang sigap kemudian mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV, dipastikan bahwa MA adalah pelaku pencurian yang selama ini dicari-cari.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Panit Opsnal Aiptu Benny Reja SH bersama tim langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku pada Sabtu (7/11/2026).
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya bersama CA (DPO) di sebuah rumah di Jalan Garuda Sakti Km 16, Desa Bencah Kelubi, pada Kamis (25/6/2026) lalu sekitar pukul 04.45 WIB. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan cara mencongkel dan merusak jendela dapur untuk masuk ke dalam rumah.
Akibat aksi tersebut, korban bernama Erwan (52) kehilangan satu unit sepeda motor Honda PCX 160 warna silver tahun 2025 dengan nomor polisi BM 3296 ZBM, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Selain itu, pelaku juga mengaku pernah membobol sebuah toko pancing di desa yang sama milik Syahrial (39), dengan kerugian korban mencapai Rp3,7 juta.
"Aksi ini juga dilakukan bersama CA dan terekam CCTV. Barang hasil curian tersebut dijual kembali ke wilayah Sumatra Utara," tutur Kompol Bambang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




