BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Kampar memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi berbeda pada Rabu (12/11/2025).
Tim Satuan Tugas (Satgas) TRC BPBD Kampar bersama unsur gabungan TNI, Polri, dan masyarakat berjibaku memadamkan api yang menghanguskan total 3,4 hektare lahan milik warga.
Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa karhutla pertama terjadi di Jalan Raya Negara Riau–Sumbar Km 80–81, Desa Merangin, Kecamatan Kuok. Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.03 WIB.
“Jenis lahan yang terbakar adalah mineral gambut dengan vegetasi semak belukar. Luas area terdampak mencapai 2,4 hektare,” jelas Adi Candra.
Tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan satu unit mobil pemadam BPBD, mesin Kohler, dan belasan gulung selang. Upaya pemadaman, pendinginan, serta pemblokiran area dilakukan untuk mencegah api meluas.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.05 WIB, laporan karhutla kedua diterima dari Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung. Di lokasi ini, lahan mineral seluas 1 hektare yang ditumbuhi semak belukar juga terbakar.
“Satgas TRC Pusdalops BPBD Kampar bersama ULP PLN Tapung segera menuju lokasi dan berhasil melakukan pemadaman serta pemblokiran,” tambahnya.
Adi Candra menegaskan, api di kedua lokasi telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meski demikian, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Berdasarkan data tambahan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kampar pada pukul 18.00 WIB berada pada angka 89 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM2.5.
Sementara itu, BMKG melaporkan cuaca di wilayah kebakaran terpantau cerah berawan, namun peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat masih berlaku untuk beberapa wilayah Kampar seperti Kecamatan Kampar Kiri dan Gunung Sahilan. (kom)
Editor : M. Erizal