SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Lapas Kelas IIB Selatpanjang berlangsung penuh khidmat dan haru. Tak hanya melaksanakan salat Id, momen kemenangan ini juga diisi dengan pemberian remisi khusus kepada ratusan warga binaan.
Sebanyak 330 warga binaan mendapatkan pengurangan masa hukuman sebagai bentuk apresiasi negara atas perubahan sikap dan perilaku selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini diikuti jajaran petugas serta warga binaan dalam suasana yang tertib dan penuh rasa syukur.
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Remisi Khusus Idulfitri 2026, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kepala Lapas Selatpanjang, Yopi Febrianda.
Momen tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan SK remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan, kemarin (21/3/2026).
Dalam sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, yang disampaikan Kalapas, ditegaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana dan anak binaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani pembinaan.
“Remisi ini diberikan kepada mereka yang berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta mampu menunjukkan introspeksi diri. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Yopi membacakan sambutan Menteri.
Dari total 330 penerima remisi, sebanyak 328 orang memperoleh Remisi Khusus I (RK I), sementara 2 orang lainnya mendapatkan Remisi Khusus II (RK II).
Untuk RK I, rincian penerima antara lain: pengurangan 15 hari sebanyak 46 orang, 1 bulan sebanyak 242 orang, 1 bulan 15 hari sebanyak 25 orang, dan 2 bulan sebanyak 15 orang. Sedangkan untuk RK II, masing-masing 1 orang menerima pengurangan 1 bulan dan 1 bulan 15 hari.
Pemberian remisi ini menjadi harapan baru bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Di balik tembok Lapas, Idulfitri kali ini tak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga titik awal menuju kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa hukuman.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh makna, mencerminkan semangat pembinaan yang humanis di Lapas Selatpanjang.(Wir)
Editor : Eka G Putra