Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kemenkes Sebut Info Ulat Bulu Dapat Sebabkan Kematian itu Hoaks

Redaksi • Rabu, 28 Februari 2024 | 04:35 WIB

Ilustrasi ulat bulu
Ilustrasi ulat bulu
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M Syahril menyebut hoaks soal adanya informasi terkait ulat yang dapat membunuh manusia. Hal itu sehubungan beredarnya konten di media sosial yang menyatakan bahwa ulat berbulu dapat menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya.

Faktanya, ia mengatakan bahwa ulat yang dimaksud merupakan puss caterpillar atau ulat kucing atau ulat asp yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat. Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu abu dan oranye.

Syahril menjelaskan, ulat ini memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulunya yang lebat. Sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang. Sengatan ulat ini hanya berbahaya bagi orang yang menderita reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga.

Baca Juga: Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak Petugas Pemilu

"Faktanya memang beracun, tapi tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu," katanya kepada wartawan, Selasa (27/2).

Jika terkena sengatan ulat berbulu ini, ia mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit.

Selain itu juga disarankan menggunakan krim anti-gatal jika sengatan mulai terasa gatal. "Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah," pungkas Syahril.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#sebabkan kematian #ulat bulu #info hoaks