Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu Lagi SPPG Berdiri di Kuansing, Minta Bahan Pangannya Berasal dari Masyarakat Setempat

D
Penulis: Desriandi Candra❯

 

Bupati Kuansing H Suhardiman Amby meninjau SPPG di Desa Petai Singingi Hilir, Selasa (20/1/2026)
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby meninjau SPPG di Desa Petai Singingi Hilir, Selasa (20/1/2026)


Advertisement

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertambah di Kabupaten Kuansing. Kali ini, SPPG yang diresmikan langsung oleh Bupati Kuansing H Suhardiman Amby itu bernama Srikandi Merah Putih yang dikelola Yayasan Mutiara Inshani Indonesia, berlokasi di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir.

SPPG Srikandi Merah Putih yang dibawah naungan Yayasan Mutiara Inshani Indonesia, didirikan oleh Ade Hartati MPd, yang pernah menjadi anggota DPRD Riau.

Ade Hartati menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan penuh Pemkab Kuansing dalam peresmian SPPG Srikandi Merah Putih.

Advertisement

SPPG yang di bawah naungan yayasannya, berkomitmen untuk menjalankan program MBG secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.

Pemkab Kuansing sendiri juga berkomitmen dalam mendukung penuh program nasional, khususnya peningkatan gizi masyarakat dan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak usia sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, dan sangat relevan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Advertisement

“Program MBG ini bukan hanya soal pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” kata Bupati Suhardiman Amby.

Selain manfaat kesehatan, Suhardiman Amby menekankan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari program tersebut. Ia mendorong agar seluruh kebutuhan bahan pangan dapur MBG dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat.

“Kita harapkan bahan pokok untuk dapur MBG berasal dari petani dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat ikut bergerak dan manfaat program ini dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Suhardiman Amby pun mengapresiasi Yayasan Mutiara Inshani Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung program nasional tersebut. Ia berharap 23 dapur MBG yang saat ini masih dalam tahap persiapan dapat segera diselesaikan dan beroperasi secara optimal di seluruh wilayah Kuansing.(dac)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

1.276 SPPG Lagi Dihentikan Sementara

1.276 SPPG Lagi Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) suspensi 1.276 SPPG karena belum miliki SLHS. Langkah tegas ini diambil demi menjamin keamanan dan higienitas

Biarkan BGN Benahi Tata Kelola MBG

Biarkan BGN Benahi Tata Kelola MBG

BGN diminta benahi tata kelola MBG melalui evaluasi menyeluruh, transparansi anggaran, dan pengawasan ketat agar tepat sasaran.

Kinerja SPPG Dipantau lewat Aplikasi 

Kinerja SPPG Dipantau lewat Aplikasi 

BGN terapkan KPI SPPG lewat aplikasi Reviu MBG untuk evaluasi kualitas dan distribusi Makan Bergizi Gratis berbasis penilaian penerima.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer