Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Catatkan Sejarah Cerenti

D
Penulis: Desriandi Candra❯
SERAHKAN KOSTUM: Senior Manager PT RAPP Raja Elwan Jumari menyerahkan kostum baru Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi kepada Asisten III Setdakab Kuansing Drs Azhar MM, Rabu (2/9/2026) malam. (Kominfos Kuansing untuk Riau Pos)
SERAHKAN KOSTUM: Senior Manager PT RAPP Raja Elwan Jumari menyerahkan kostum baru Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi kepada Asisten III Setdakab Kuansing Drs Azhar MM, Rabu (2/9/2026) malam. (Kominfos Kuansing untuk Riau Pos)

Advertisement

CERENTI (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuan­sing, melaksanakan syukuran Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi yang berhasil meraih juara I pada Kharisma Even Nusantara (KEN) Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi Tahun 2026, Rabu (2/9) malam.

Masyarakat antusias hadir di acara syukuran itu. Pem­kab Kuansing sendiri hadir diwakili oleh Asisten III Setdakab Kuansing Drs Azhar MM.

Momen ini penuh rasa syukur sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Cerenti. Pasalnya, keberhasilan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mencatatkan sejarah baru sebagai jalur pertama dari Kecamatan Cerenti yang berhasil meraih gelar juara pada perhelatan pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan.

Asisten III Setdakab Kuansing, Drs Azhar MM menyampaikan apresiasi dan rasa bangga Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi atas prestasi yang diraih masya­rakat Desa Sikakak tersebut.

Menurutnya, kemena­ngan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat seluruh unsur yang terlibat dalam mempersiapkan serta mengiringi perjuangan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi hingga berhasil menjadi yang terbaik.

Advertisement

‘’Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Apa yang telah diraih Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi merupakan bukti bahwa dengan kebersamaan, kekompakan dan kerja keras, kita mampu meraih prestasi terbaik,’’ ujar Azhar.

Azhar juga menyebutkan, tradisi pacu jalur harus terus dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari satu abad.

Namun, menurutnya, pelestarian tradisi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan adat istiadat asli Kuantan Singingi serta menjaga kelestarian lingkungan.

‘’Tradisi pacu jalur harus terus kita lestarikan dengan tetap mempertahankan adat istiadat asli Kuantan Singi­ngi. Di sisi lain, kelestarian alam juga harus kita jaga. Setelah dilakukan penebangan untuk mendapatkan bakal jalur, kita harus kembali menanam bibit pohon agar ketersediaan kayu untuk generasi mendatang tetap terjaga,’’ paparnya.

Ia berharap keberhasilan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan generasi muda Kecamatan Cerenti untuk terus menjaga, mengembangkan dan melestarikan tradisi pacu jalur.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Macet saat Pacu Jalur, PU Riau Diminta Perlebar Jalan Telukkuantan-Sentajo

Macet saat Pacu Jalur, PU Riau Diminta Perlebar Jalan Telukkuantan-Sentajo

Macet saat pacu jalur di Tepian Narosa, anggota DPRD Riau, Jon Ade Nopendra minta PU Riau memperlebar jalan Telukkuantan-Sentajo.

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Catatkan Sejarah Cerenti, Asisten III Tekankan Pelestarian Pacu Jalur

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Catatkan Sejarah Cerenti, Asisten III Tekankan Pelestarian Pacu Jalur

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mencatatkan sejarah bagi Kecamatan Cerenti, Asisten III Setda Kuansing Azhar tekankan pelestarian pacu jalur.

Selama Pacu Jalur, Ternyata Pemkab Kuansing Raih PAD Rp792 Juta Lebih

Selama Pacu Jalur, Ternyata Pemkab Kuansing Raih PAD Rp792 Juta Lebih

Selama pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan, Pemkab Kuansing sukses meraih PAD Rp792 juta lebih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer