Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tipis, Peluang Pacu Jalur Mendapat Pengakuan Unesco 

D
Penulis: Desriandi Candra❯
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Ir Emmerson. (Dok Riaupos.co)
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Ir Emmerson. (Dok Riaupos.co)

Advertisement

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Peluang tradisi Pacu Jalur Kabupaten Kuansing bisa mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai bagian warisan tradisi dan budaya dunia yang ada, tipis. 

Sebab, untuk bisa mendapatkan pengakuan sebagai warisan tradisi dan budaya dunia yang ada itu, tidak saja butuh dari kesiapan dokumen dan dukungan dalam negeri, tetapi harus mendapatkan dukungan dari negara lain yang memiliki kesamaan tradisi dan budaya dengan Pacu Jalur, milik Kabupaten Kuansing. 

Sementara sejauh ini, Unesco baru mengakui tradisi Perahu Naga yang ada di negara Tiongkok (Cina), yang memiliki kesamaan dengan tradisi Pacu Jalur dan bentuk perpacuan menggunakan perahu skala besar. 

Makanya, dalam usulan Pemkab Kuansing ke Menteri Kebudayaan RI Fadlizon pada tahun 2025 lalu, meminta agar negara Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI, bisa melakukan pendekatan ke negara Tiongkok, agar Pacu Jalur ini bisa didorong diakui Unesco sebagai salah satu warisan tradisi dan budaya dunia yang masih ada sampai sekarang. 

"Kendala kita hanya disitu. Harus ada dukungan dari negara yang memiliki tradisi dan budaya serupa dengan Pacu Jalur yang sudah diakui. Satu-satunya baru Perahu Naga asal Tiongkok," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Ir Emmerson pada Riaupos.co, kemarin. 

Advertisement

Emmerson menjelaskan, sebagai langkah untuk bisa mendapat pengakuan Unesco, di tahun 2025 lalu Pemkab Kuansing sudah menyampaikan tentang tradisi Pacu Jalur. Mulai dari sejarah, pembuatan jalur sampai pelaksanaan iven. 

Pacu Jalur sudah tidak asing lagi bagi wisatawan lokal maupun internasional. Buktinya, banyak wisatawan mancanegara negara yang datang ke Kabupaten Kuansing untuk menyaksikan iven Pacu Jalur. Puncaknya di tahun 2025 lalu yang viral sehingga mengundang wisatawan dari berbagai negara maupun para youtuber manca negara. 

Meski peluang untuk bisa mendapatkan pengakuan dari lembaga dunia Unesco itu tipis, Pemkab Kuansing tetap terus berupaya mendorong Kementerian Kebudayaan RI. Selain itu, untuk bisa tercatat sebagai warisan dunia di Unesco, tidaklah mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan butuh proses yang panjang. 

"Mudah-mudahan di tahun-tahun ke depan, impian ini bisa diakui Unesco sebagai warisan tradisi dan budaya yang lahir di Kabupaten Kuansing, Riau," ujar Emmerson. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pacu Jalur Antarkan Kuansing Raih Penghargaan BRDA 2026

Pacu Jalur Antarkan Kuansing Raih Penghargaan BRDA 2026

Festival Pacu Jalur mengantarkan Kuansing meraih BRDA 2026 kategori Excellence in Attraction, sekaligus memperkuat promosi wisata budaya.

Lewat Pacu Jalur Kuansing Raih Penghargaan Best Regency Destination Award 2026 di Bali

Lewat Pacu Jalur Kuansing Raih Penghargaan Best Regency Destination Award 2026 di Bali

Lewat Festival Pacu Jalur Kabuopaten Kuantan Singingi ( Kuansing) meraih penghargaan Best Regency Destination Award 2026 di Bali,

Pamit dari Kuansing, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Bawa Kenangan tentang Keramahan dan Pacu Jalur

Pamit dari Kuansing, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Bawa Kenangan tentang Keramahan dan Pacu Jalur

Pamit dari Kuansing, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Meita membawa kenangan tentang keramahan masyarakat dan pacu jalur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer