KUANSING (RIAUPOS.CO) - Pacu jalur rayon III Tepian Rajo Kecamatan Pangean, hari pertama Jumat (4/7) berlangsung semarak. Sebanyak 132 jalur yang ikut ambil bagian dalam perpacuan jalur.
Mereka yang datang dari berbagai desa di Kecamatan Kuansing bahkan Inhu, berupaya menjadi yang tercepat pada tahun 2025 di arena perpacuan ini.
Jalannya perpacuan jalur di Tepian Rajo Pangean, dipadati ribuan penonton. Baik yang berada di seberang sungai Kuantan maupun di kawasan tribun kehormatan.
Meski sudah tiap tahun tradisi pacu jalur di gelar, namun keinginan masyarakat untuk menyaksikan tradisi pacu jalur ini tetap tidak terhindarkan. Sementara dari tengah sungai Kuantan, dua buah jalur melaju dengan cepat.
Lenggok tarian Si Tukang Tari yang menari-nari di luan jalur saat berhasil mendahului jalur lawan, menjadi tontonan yang menarik bagi penonton. Banyak di antara mereka mengabadikan momen si Tukang Tari yang manari dan tengah viral di media sosial itu.
Sorak sorai penonton pun terdengar lantang di sepanjang Sungai Kuantan. Meski para anak pacuan jalur sudah berupaya sekuat tenaga, namun setiap perpacuan tetap ada yang kalah dan menang.
Laga perpacuan yang seru dan hits, adalah ketika dua jalur kandidat juara berpacu di hari pertama pada undian pacu pertama. Yakni Sang Juara Pacu Jalur Tepian Narosa 2024, Putri Anggun Sibiran Tulang dari Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik posisi sebelah kiri berhadapan dengan Sang Juara pacu jalur Rayon I tahun 2025 di Kecamatan Cerenti, Sari Jadi Gementar Alam asal Desa Pulau Beralo Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.
Ketegangan terlihat dari wajah-wajah penonton yangberada di sebelah Riau Pos, yang ikut menonton perpacuan itu. Kecepatan dua jalur ini terlihat sama hingga pancang pemisah ketiga. Dayungan anak pacu terlihat membuat ombak air sungai.
Namun akhirnya, Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang mampu mengakhiri kecepatan Jalur Sari Jadi Gementar Alam. Dengan kekalahan itu, Jalur Sari Jadi Gementar Alam terpaksa pulang lebih awal dari arena perpacuan yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Juli 2025.
Selain Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang yang berhasil melaju ke perpacuan hari kedua, Sabtu (5/7) adalah Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Desa Lubuk Ambacang yang mengalahkan jalur tanggung sekecamatannya, yakni Jalur Bintang Emas Cahaya Intan dari Desa Tanjung Hulu Kuantan. Lalu ada Jalur Juragan Kuantam, Lintah Jalang, Jalur Pangeran Fortuna dari Kecamatan Gunung Toar.
Jalur Tuah Putri Kuntum Bunga Andini dari Desa Kepala Pulau, Jalur Raja Kuantan Desa Pulau Madinah Kecamatan Kuantan HilirHilir. Ada juga Jalur Tuah Keramat Bukit Embun, Jalur Batu Hijau Tuah Negeri dari Baturijal Barat, Inhu dan jalur-jalur lainnya.
Hasil perpacuan jalur hari pertama, sebanyak 66 jalur berhasil melaju ke perpacuan hari kedua. Pacu jalur rayon III ini, langsung dibuka oleh Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama istri Hj Yulia Herma, Camat Pangean Aswandi SPd MM, Asisten III Drs Rustam dan beberapa pejabat lainnya dengan ditandai melepas jalannya perpacuan jalur hilir pertama.
Orang nomor satu Kuansing itu berharap, tradisi pacu jalur suatu saat bisa semakin dikenal dunia. Dan pelaksanaan pacu jalur rayon berlangsung dengan sukses.
Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon III Serma Syarkani mengatakan, pacu jalur rayon III memperebutkan hadiah untuk Juara I Rp17 juta ditambah piala, Juara II Rp15 juta tambah piala, Juara III Rp13 juta ditambah piala, Juara IV Rp11 juta, Juara V Rp9,5 juta, Juara VI Rp7,5 juta, Juara VII Rp5,5 juta, Juara VIII Rp3 juta, Juara IX Rp 3 juta, Juara X Rp3 juta. Masing-masing juara mendapat tambahan tonggol juara dan medali yang disiapkan panitia.
Selain itu, ada tambahan bonus Rp10 juta dari Bupati Kuansing H Suhardiman Amby untuk Juara I, Rp75 juta bonus juara II dari Kadis Dukcapil Kuansing Mahviyen Trikon Putra dan bonus Rp5 juta bagi juara III dari anggota DPRD Kuansing Hengky Prima Hidayat dan Ike Krisnawati.(dac/c)
Editor : Bayu Saputra