TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan berbahan bakar solar tak hanya terjadi di Stasiun Pengisiam Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Pekanbaru, tapi juga di daerah lain. Di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi (Kuansing), jejeran kendaraan sudah terlihat sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB, Kamis (6/11/).
Dari arah Telukkuantan, antrean terjadi hingga sampai simpang bundaran SMAN Pintar Riau. Sementara dari arah Pekanbaru, antrean terlihat hingga ke tikungan MR DIY yang berada di ruas jalan yang sama, Jalan Proklamasi Telukkuantan.
Namun para pemilik kendaraan pribadi berbahan bakar solar maupun jenis pikup tetap sabar menanti. Para pengendara tidak punya pilihan karena mereka tetap harus mendapatkan solar untuk melanjutkan perjalanan atau beraktivitas.
Edi dan Yondi, dua pemilik kendaraan berbahan bakar solar yang tinggal di Kecamatan Kuantan Tengah ini, bahkan harus bersabar antre 2 hingga 3 jam. “Semalam ikut antre, tapi tak dapat karena solar habis. Hari ini (Kamis, red), alhamdulillah dapat,” kata Edi.
Ia sudah ikut antre sekitar pukul 06.30 WIB dan baru dapat isi solar hampir pukul 09.00 WIB. Ia terpaksa harus antre, karena hendak melanjutkan aktivitas di kebun. Edi tak tahu persis mengapa solar sulit didapat.
“Kalau cerita petugas SPBU, solar sudah masuk tengah malam, makanya kendaraan banyak pagi jadinya,” kata Edi. Sementara Yondi menyebutkan meski harus antre akhirnya ia berhasil mendapatkan solar. ‘’Solar sekarang susah didapat,’’ ujarnya.
Sementara itu, petugas administrator SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, pasokan bio solar di SPBU Sungai Jering, normal dan tidak ada pengurangan, yakni 16 kl per hari. “Kami tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin kendaraan yang datang ke SPBU ini lebih ramai,” ujarnya.
Sebelumnya, antrean untuk mengisi solar juga terjadi di Rokan Hulu. Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengatakan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis bio solar di wilayah Rokan Hulu, khususnya di Pasirpengaraian dipastikan dalam kondisi aman dan berjalan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Area Manager Communication, Relation and CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, berdasarkan data penyaluran, kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) bio solar untuk Rokan Hulu pada Triwulan IV tahun 2025 ditetapkan sebesar 69.690 kiloliter (kl), meningkat dari kuota Triwulan III sebesar 65.205 kl.
Hingga tanggal 2 November 2025, realisasi penyaluran telah mencapai 58.136 kl atau sekitar 83 persen dari total kuota tahunan. “Rata-rata penyaluran bio solar di wilayah ini tercatat sebesar 5.776 KL per bulan, menunjukkan bahwa stok BBM subsidi masih mencukupi hingga akhir tahun,” ujarnya.
Untuk wilayah Pasirpengaraian, suplai dilakukan melalui empat SPBU aktif yakni SPBU 14.285.680, 14.285.142, 14.285.6118, dan 14.284.646. Berdasarkan data kuota dan realisasi hingga awal November, keempat SPBU tersebut menunjukkan tingkat serapan yang stabil, dengan realisasi berkisar antara 80 hingga 85 persen dari total kuota masing-masing SPBU. “Kondisi ini mengindikasikan bahwa penyaluran BBM subsidi tetap berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah,” sambungnya.
Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Riau Turun ke Kawasan Sungai Tanalo, Penadah Emas Diamankan
Pihaknya menjelaskan aatrean kendaraan yang sempat terjadi di beberapa SPBU wilayah Pasirpengaraian lebih disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan yang beralih ke SPBU tertentu akibat keterlambatan suplai sementara di SPBU terdekat.
Koordinasi telah dilakukan antara Pertamina Patra Niaga dengan lembaga penyalur dan pihak terkait untuk mengatur pola suplai secara merata, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Distribusi bio solar di wilayah Rokan Hulu disuplai dari Integrated Terminal Dumai dan saat ini berada dalam kondisi terkendali. Selain bio solar, stok produk nonsubsidi seperti dexlite dan pertamina djuga tersedia dalam jumlah mencukupi di seluruh SPBU wilayah Pasirpengaraian
Masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian BBM subsidi menggunakan barcode yang telah terdaftar agar pendistribusian subsidi energi tetap transparan dan terpantau. “Untuk pengaduan atau informasi lebih lanjut terkait pelayanan SPBU, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” tuturnya.(dac/azr)
Editor : Rindra Yasin