Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terpantau Satu Titik Panas, BPBD Kuansing Sebut Bukan Titik Api

Desriandi Candra • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:35 WIB
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap tipis masih mewarnai wilayah Kabupaten Kuansing, Jumat (13/2/2026). BMKG Riau pun melansir, satu hotspot terpantau di wilayah Kuansing.

BPBD pun langsung bergerak cepat melakukan pengecekan dan verifikasi hotspot yang terpantau. "Setelah di verifikasi tidak ada titik apinya, hanya titik panas," ujar Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Koko Mahyudi.

Koko menjelaskan, hotspot yang terpantau itu berada di wilayah Kecamatan Gunung Toar di titik koordinat 0" 35'09.0" S 101" 29'32.8" E. Hot spot ini tertangkap satelit kemungkinan dari aktivitas mesin pabrik yang sedang beroperasi. "Untuk titik api kita nihil. Hanya satu hotspot yang terpantau," ujarnya.

Namun BPBD Kuansing tetap menyampaikan imbauan agar masyarakat waspada di tengah perubahan cuaca sekarang ini. Saat ini, mulai terjadi perubahan cuaca dari musim hujan ke panas. Ini di tandai dengan intensitas curah hujan yang jauh turun. "Meski di bulan Februari ini masih ada curah hujan, tetapi intensitasnya sudah rendah atau jarang," kata Koko.

Karena itu, masyarakat harus waspada dan berhati-hati. Apalagi saat beraktivitas di ladang atau di kebun. Saat berakrivitas di ladang atau kebun itu, hindari membakar sampah, tumpukan belukar atau lainnya. Memastikan saat meninggalkan area, api dalam keadaan mati. "Ini selalu kita sampaikan. Apalagi ketika perubahan cuaca sekarang ini," ujar Koko.

Sementara Sekretaris BPBD Kuansing, Marel H ST MT menyebutkan, dalam penanggulangan bencana seperti Karhutla, Kabupaten Kuansing sudah melakukan MoU dengan Pemkab Pelalawan.

Kuansing dan Pelalawan merupakan daerah yang saling berbatasan. Bila dua daerah ini terjadi bencana Karhutla, bisa saling mendukung dalam penanganannya.

"Kalau Pelalawan membutuhkan bala bantuan personel dan peralatan untuk pemadaman Karhutla, kita siap membantu dan mengirimkan. Begitu juga sebaiknya, bila Kuansing yang terkena bencana Karhutla, kita bisa minta bantuan juga Pelalawan bila dirasa perlu," ujarnya.

Untuk penanganan dan pencegahan, BPBD Kuansing sudah menyiapkan nomor informasi yang siap 24 jam yang bisa dihubungi masyarakat kapan pun di Nomor 08117575755. "Kalau ada terjadi bencana seperti Karhutla, silahkan hubungi kami di nomor ini. Siap 24 jam," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#titik panas #mesin pabrik #bpbd kuansing