TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Untuk menutupi efisiensi anggaran dan utang tunda bayar yang masih dialami Pemkab Kuansing, pendapatan asli daerah (PAD) salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Kuansing sekarang.
Di tahun 2026 ini, target PAD dipatok sebesar Rp255 miliar lebih dan naik dari tahun 2025 lalu yakni Rp240 miliar lebih.
Makanya, Bapenda selaku koordinator OPD yang pengelola PAD itu, berupaya memaksimalkan kinerja 16 dinas/badan pengelola PAD yang ada. Sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai bahkan melebihi.
"Dan ini sesuai dengan instruksi Pak Bupati ketika evaluasi PAD kemaren," ungkap Kepala Bapenda Kuansing, Dr H Masrul Hakim MPd, Jumat (27/2/2026).
Masrul Hakim menjelaskan, perbaikan kinerja OPD pengelola itu dengan melakukan inovasi kerja. Misalnya, selama ini di Dinas Perikanan sumber penerimaannya hanya mengandalkan penjualan bibit dan sewa kolam. Sekarang, pola itu dirubah.
Tidak hanya melakukan penjualan bibit ikan dan sewa kolam yang ada milik Dinas Perikanan, tetapi sebaliknya Dinas Perikanan juga memanfaatkan kolam-kolam yang ada di Balai Benih Ikan milik Dinas Perikanan itu sebagai wadah untuk produksi ikan.
Hasilnya bisa dijual di pasaran atau menjadi penyuplai ikan di program makan bergizi gratis di Kuansing.
Lalu contoh lainnya, selama ini alat berat milik Dinas PUPR lebih banyak dimanfaatkan untuk proyek pemerintah atau kegiatan pemerintah, juga bisa dimanfaatkan pada masyarakat yang membuatkan areal perkebunan dan lainnya dengan sistem sewa dengan harga yang lebih murah dari milik orang perorangan lainnya.
"Ini yang dimaksud mengubah pola kinerja. Sehingga target PAD itu bisa lebih maksimal tercapai. Dan OPD Pengelola PAD harus berpikir kalau di target Rp100 Juta bagaimana bisa naik menjadi 10 kali lipat dari target. Tidak terpatok pada target yang ditetapkan saja," papar Masrul Hakim.
Dalam kondisi daerah seperti sekarang ini, semua Dinas/badan atau OPD pengelola PAD harus bergerak bersama, melakukan inovasi dengan mengubah pola kinerja.
"Kalau semuanya berpikiran seperti itu, kita optimistis target PAD yang di patok bisa tercapai," ujar Masrul Hakim. (dac)
Editor : M. Erizal