
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
Imbauan tersebut disampaikan Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan berdasarkan laporan kondisi bencana hidrometeorologi Kabupaten Kampar pada Kamis (5/11) yang diperbarui pukul 16.00 WIB.
“Berdasarkan informasi prakiraan cuaca, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar. Untuk itu, masyarakat kami imbau tetap waspada, terutama saat terjadi perubahan cuaca,” jelas Azwan didampingi Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita.
Baca Juga: Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove di Kelurahan Mundam
Wilayah yang mendapat peringatan dini tersebut meliputi Tambang, Siak Hulu, Tapung, Tapung Hulu, Perhentian Raja, Kampar Timur, Bangkinang Kota, XIII Koto Kampar, Kuok, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Salo, Rumbio Jaya, Bangkinang, Kampar Utara, Kampar Kiri Tengah, Gunung Sahilan dan Koto Kampar Hulu.
Adi mengatakan, hingga pembaruan laporan pukul 16.00 WIB, tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Kampar. Titik panas atau hotspot juga tercatat nihil.
“Untuk informasi kejadian bencana sampai saat laporan ini diperbarui masih nihil. Namun, personel tetap melakukan pemantauan dan patroli sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Dalam laporan tersebut, Satgas TRC Pusdalops BPBD Kabupaten Kampar juga melaksanakan patroli Karhutla. Sementara itu, hasil pemantauan kualitas udara melalui AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB menunjukkan nilai ISPU 53 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM2.5.
BPBD Kampar mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat maupun angin kencang. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana kepada petugas terkait.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Pantau informasi cuaca dan segera mengambil langkah aman apabila kondisi di sekitar mulai membahayakan,” pungkas Adi.
Dalam laporan yang sama, kondisi PLTA Koto Panjang pada Kamis, 5 November 2026 tercatat berada pada elevasi 75,82 mdpl, dengan outflow turbine 191,19 m³/s dan inflow waduk 29,46 m³/s.(lim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




