Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Cukup Umur

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau/Baznas/Olahan/Grafis: Aidil Adri
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau/Baznas/Olahan/Grafis: Aidil Adri

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Riau Muhammad Fakhri mengingatkan masyarakat dan panitia kurban agar memastikan hewan yang akan disembelih memenuhi syarat syariat dan layak dari sisi ke­sehatan.

Menurutnya, hewan kurban harus berasal dari binatang ternak dan telah memenuhi ketentuan umur minimal sebagaimana diatur dalam syariat. “Syarat hewan kurban yakni binatang ternak seperti kambing umurnya sudah genap dua tahun masuk bilangan tahun ke tiga, termasuk sapi dan kerbau,” ujarnya, Rabu (20/5).

Advertisement

Sementara untuk unta, usia minimalnya lebih tua dibanding hewan ternak lainnya. “Sementara untuk unta sudah genap lima tahun masuk bilangan tahun ke enam,” tambahnya.

Selain usia, kondisi kesehatan hewan juga menjadi syarat penting dalam ibadah kurban. Hewan yang akan disembelih harus dipastikan sehat dan bebas dari penyakit. “Apalagi penyakit menular,” tegasnya.

Advertisement

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh panitia kurban agar memastikan hewan memiliki dokumen kesehatan resmi sebelum disembelih. “Imbauan kita terhadap seluruh panitia kurban pastikan hewan kurban memiliki surat keterangan sehat dan layak sebagai sembeli hewan kurban,” katanya.

Muhammad Fakhri juga mengingatkan bahwa hewan kurban tidak boleh memiliki cacat permanen yang dapat mengurangi kelayakan kurban. ‘’Hewan kurban disyaratkan juga tidak memiliki cacat permanen, misal mata buta, telinga terpotong dan sebagainya,” ungkapnya.

Tidak hanya saat pemilihan hewan, proses penyembelihan hingga pengolahan daging juga diminta memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan pangan.  “Setelah penyembelihan, proseslah daging dengan cara yang sehat,” ujarnya.

Ia berharap, daging kurban yang dibagikan benar-benar aman dan menyehatkan masyarakat yang mengonsumsinya. “Sehingga membawa kesehatan bagi masyarakat saat dikonsumsi,” tuturnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)  Mimi Yuliani Nazir juga mengimbau petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Riau juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak kurban di penampungan atau penjual hewan ternak. “Setelah diperiksa dan ternak dinyatakannya sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Sapi Kurban Presiden Tiba di Meranti, Bobotnya Hampir 1 Ton

Sapi Kurban Presiden Tiba di Meranti, Bobotnya Hampir 1 Ton

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk masyarakat Kepulauan Meranti akhirnya tiba, sapi itu berbobot 903 Kg atau kurang sedikit dari 1 ton

20 Ekor Sapi Kurban Disiapkan untuk Masjid Agung Al-Ihsan Markaz Islami

20 Ekor Sapi Kurban Disiapkan untuk Masjid Agung Al-Ihsan Markaz Islami

Teknis pelaksanaan Iduladha Masjid Agung Al-Ihsan Markaz Islami Bangkinang dibahas. Wabup Dr Misharti memimpin rapat persiapan pelaksanaan 

Sapi Kurban Presiden untuk Meranti Dipasok dari Luar Daerah

Sapi Kurban Presiden untuk Meranti Dipasok dari Luar Daerah

Sapi kurban Presiden Prabowo untuk Meranti dipasok dari luar daerah karena sapi lokal belum memenuhi bobot 850 kg.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer