
TANGERANG (RIAUPOS.CO) - Kabar baik bagi calon jemaah haji yang berangkat tahun depan. Biaya haji pada 2027 bisa mengalami penurunan yang signifikan karena alokasi subsidinya diperbesar dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, saat ini pemerintah sedang membahas besaran biaya haji 2027 secara komprehensif. Secara faktual, sejumlah komponen biaya haji mengalami kenaikan akibat gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Namun, pihaknya berupaya agar biaya haji tahun depan bisa lebih murah ketimbang tahun ini. “Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” katanya di sela penjemputan petugas haji di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/7).
Dahnil menambahkan, komponen biaya haji ada yang ditanggung jemaah dan ada yang disubsidi dari nilai manfaat pengelolaan dana haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Baca Juga: Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa
Tahun ini beban jemaah sebesar 62 persen, sedangkan porsi subsidinya 38 persen. “Pada penyelenggaraan haji 2027, pemerintah mengupayakan proporsi itu berbalik,” ujarnya.
Beban subsidi atau nilai manfaat BPKH menjadi sebesar 60 persen. Sedangkan beban jemaah haji 40 persen. “Usulannya sudah kami sampaikan ke DPR. Semoga mendapatkan dukungan,” katanya.
Dahnil menuturkan, secara keseluruhan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2027 pasti lebih mahal dibandingkan tahun ini seiring naiknya harga avtur. Nilai kurs Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga kian mahal. Di sisi lain, Arab Saudi telah memutuskan tidak ada lagi layanan haji kualitas D di Armuzna. Paling rendah menggunakan standar C.
Dalam sepekan ke depan, Kemenhaj akan maraton melakukan evaluasi penyelenggaraan haji 2026. Setelah itu, evaluasi dilakukan bersama DPR. Tahapan selanjutnya adalah pembahasan sekaligus penetapan biaya haji 2027.
Daker Baru Khusus Armuzna
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




