Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JCH Cukup Bayar Rp42 Jutaan

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Ilustrasi haji. (DOK JAWAPOS.COM)
Ilustrasi haji. (DOK JAWAPOS.COM)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107,3 juta per jemaah. Kendati naik dibanding tahun ini, biaya yang dibayar jemaah calon haji (JCH) lebih murah. Sebab, Kemenhaj mengusulkan subsidi 60 persen.

Usulan biaya haji 2027 itu disampaikan Menhaj Mochammad Irfan Yusuf dalam rapat di Komisi VIII DPR pada Selasa (7/7) malam. Dia mengakui, usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107,3 juta per jemaah tersebut naik Rp19,9 juta dibandingkan tahun ini. 

Advertisement

Meski demikian, beban atau biaya yang jadi tanggungan jemaah lebih kecil. “Untuk menjaga BPIH tetap terjangkau, nilai manfaat (subsidi biaya haji, red) kami usulkan 60 persen,” katanya. Nilai manfaat itu bersumber dari hasil investasi dana haji yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Irfan mengatakan, porsi Bipih (biaya perjalanan ibadah haji) yang menjadi beban jemaah adalah 40 persen atau sekitar Rp42 jutaan. Biaya ini lebih rendah dibandingkan Bipih tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp54 jutaan per orang. 

Advertisement

Jika Bipih 2027 disetujui DPR, maka JCH yang berangkat tahun depan hanya perlu membayar Rp17 jutaan per orang. Sebab, saat mendaftar haji, mereka sudah menyetor Rp25 juta. Irfan menegaskan, proporsi 60:40 itu bertujuan meringankan beban jemaah. 

“Di tengah tantangan ekonomi global seperti sekarang,” ujarnya. Meski begitu, Irfan menegaskan bahwa komposisi tersebut masih usulan. Pada prinsipnya,  pemerintah ingin biaya haji yang ditanggung jemaah tahun depan lebih murah atau maksimal sama seperti periode 2026.

Dia menyebutkan, BPIH 2027 naik drastis dengan mempertimbangkan banyak faktor. Antara lain, antisipasi penguatan dolar, kenaikan harga avtur, serta beban pajak oleh pemerintah Saudi. Selain itu, ada potensi biaya tambahan akibat peningkatan layanan di masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pernah Terjadi pada 2022

Dalam kesempatan terpisah, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak berharap parlemen menyutui usulan biaya haji yang mereka ajukan. Dia mengatakan,  proporsi 60 persen subsidi dan 40 persen tanggungan jemaah itu semata-mata untuk meringankan beban JCH tahun depan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Usulkan Subsidi 60 Persen, Biaya Haji 2027 Bisa Turun Drastis

Usulkan Subsidi 60 Persen, Biaya Haji 2027 Bisa Turun Drastis

Pemerintah mengusulkan subsidi haji 2027 naik menjadi 60 persen agar biaya yang ditanggung jemaah turun signifikan.

Biaya Pemulangan Jemaah Haji Wafat di Embarkasi Batam Ditanggung Pihak Penerbangan Lion Air 

Biaya Pemulangan Jemaah Haji Wafat di Embarkasi Batam Ditanggung Pihak Penerbangan Lion Air 

Lion Air menanggung seluruh biaya pemulangan jemaah haji yang wafat di Batam. Proses penanganan JCH wafat dilakukan cepat dan terkoordinasi 

Disubsidi Pemerintah Rp3,2 Juta, Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Jemaah Lunasi Rata-Rata Rp23 Juta

Disubsidi Pemerintah Rp3,2 Juta, Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Jemaah Lunasi Rata-Rata Rp23 Juta

Dengan adanya subisidi dari pemerintah Rp3,2 juta, alhasil biaya haji 2027 turun Rp3,4 juta, di mana jemaah melunasi rata-rata Rp23 juta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer