Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Ilustrasi rumah BSPS. (Instagram @kementerianpu)
Ilustrasi rumah BSPS. (Instagram @kementerianpu)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama jajaran pemerintah daerah (Pemda) akan mendukung penuh optimalisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Dukungan tersebut sejalan dengan rencana penerbitan Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mempercepat pencapaian target 400 ribu penerima BSPS.

Advertisement

“Dan ini sangat ditunggu oleh publik dan diterima publik karena memperbaiki rumah masyarakat yang kurang mampu, tidak layak,” ujar Mendagri kepada awak media usai mengikuti rapat bersama Menteri PKP, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kantor BPKP, Jakarta, Selasa (14/7).

Dalam rapat tersebut juga dibahas percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Mendagri menjelaskan, pembangunan huntap secara in situ menjadi tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan pembangunan huntap bagi warga yang direlokasi dilaksanakan oleh Kementerian PKP.

Advertisement

Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengakui pembangunan ribuan huntap bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu, ia mengapresiasi kesiapan Kementerian PKP yang terus mematangkan rencana pembangunan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Jujur, saya lega sebagai Kasatgas karena melihat timeline-nya dan rencana-rencana on progress, bagus. Bahkan sudah banyak koordinasi-koordinasi termasuk tanah sudah diperoleh itu betul-betul melegakan dan akan kita follow up nanti,” ungkapnya.

Untuk mempercepat implementasinya, Mendagri akan menindaklanjuti rencana tersebut bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Direktur Utama PT PLN, serta seluruh kepala daerah di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Ia memastikan pemerintah bergerak cepat agar pembangunan dapat berjalan optimal.

Selain itu, dalam rapat juga mengemuka masukan dari pelaku usaha real estate ihwal masih adanya daerah yang belum menerapkan kebijakan pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mendagri menegaskan akan mengecek daerah-daerah yang belum melaksanakan kebijakan tersebut.

“Setelah itu kita akan menggunakan Surat Edaran, semacam mengingatkan mereka. Dan kemudian juga kita akan memberikan award nanti di enam region seluruh Indonesia, region Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa-Bali dan lain-lain yang itu berupa insentif fiskal yang kepala daerah yang pro, kepada, pro di bidang perumahan,” katanya.(jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Calon Penerima BSPS untuk Meranti Capai 1.000 Unit, Tahap Pembangunan Mulai Berjalan

Calon Penerima BSPS untuk Meranti Capai 1.000 Unit, Tahap Pembangunan Mulai Berjalan

Meranti berpotensi mendapat lebih dari 1.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP bekerja sama dengan BNPP RI

Riau Dapat 7.000 Unit Rumah Swadaya, Pemprov Gesa Bedah Rumah

Riau Dapat 7.000 Unit Rumah Swadaya, Pemprov Gesa Bedah Rumah

Riau mendapat 7.046 unit BSPS untuk bedah rumah, dengan bantuan Rp20 juta per penerima.

67 Rumah Rampung,133 Masih Dikerjakan Program BSPS

67 Rumah Rampung,133 Masih Dikerjakan Program BSPS

Sebanyak 67 rumah program BSPS di Kepulauan Meranti telah rampung, sementara 133 unit masih dikerjakan dari total 967 alokasi 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer