Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Ditandatangani di Bulan Oktober

T
Penulis: Tim Redaksi❯

 


Advertisement

GRAFIS AIDIL ADRI (JPG)
GRAFIS AIDIL ADRI (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar Ero­pa bakal semakin ramah bagi produk Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditandatangani Oktober 2026. Salah satu manfaat paling besar dari kesepakatan tersebut adalah penghapusan tarif untuk 90,4 persen pos ekspor Indonesia ke Uni Eropa.

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dokumen IEU-CEPA versi bahasa Inggris kini memasuki tahap akhir penyelesaian. ”Setelah diteken, perjanjian tersebut akan diajukan ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi,” katanya di Jakarta, Ahad (23/8).

Sementara itu, di Indonesia, implementasi IEU-CEPA akan dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) setelah berkonsultasi dengan DPR. Mekanisme tersebut diharapkan membuat proses implementasi berjalan lebih cepat.

Advertisement

’’Kami melihat IEU-CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,’’ imbuhnya.

Melalui perjanjian tersebut, akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa bakal semakin terbuka. Sebanyak 90,4 persen pos tarif ekspor akan langsung menjadi nol persen. Sedangkan 8,37 persen lainnya diturunkan secara bertahap. Peluang tersebut diharapkan mendongkrak ekspor berbagai produk unggulan Indonesia. Mulai sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga sektor telekomunikasi.

Tak hanya perdagangan, IEU-CEPA juga diproyeksikan membuka keran investasi Eropa lebih lebar. Airlangga menyebut sejumlah sektor yang berpotensi mendapat limpahan investasi antara lain manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, kendaraan listrik (EV), ekonomi digital, dan farmasi.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Denis Chaibi menegaskan, komitmen negara-negara anggota Uni Eropa untuk segera menandatangani dan meratifikasi IEU-CEPA. ’’Ratifikasi ini akan memicu minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Eropa,’’ katanya.

Sementara itu, dunia usaha perlu memastikan berbagai peluang tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan. Karena itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan pembentukan . ’’Kami dari Apindo mengusulkan joint task force untuk implementasi di technical level di EU, tapi juga ada yang di country level,’’ ujar Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Indonesia Masih Mencatat Defisit Perdagangan terhadap Australia

Indonesia Masih Mencatat Defisit Perdagangan terhadap Australia

Lima tahun IA-CEPA berjalan, Indonesia masih mencatat defisit perdagangan dengan Australia. Hingga Juli 2026, ekspor mencapai US$2,1 miliar,

Nilai Ekspor Indonesia Meningkat

Nilai Ekspor Indonesia Meningkat

Ekspor Indonesia mencapai 167,03 miliar dolar AS hingga Juli 2026, tumbuh 4,43 persen dengan industri pengolahan sebagai penopang utama.

Industri dan Produk Tekstil Masih Miliki Prospek

Industri dan Produk Tekstil Masih Miliki Prospek

Pemerintah siapkan insentif dan pembiayaan mesin untuk dongkrak daya saing industri tekstil nasional yang catat prospek positif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer