
INGLEWOOD (RIAUPOS.CO) - Unai Simon selalu jadi pecundang di hadapan Thibaut Courtois di level klub. Simon lebih sering gagal menyelamatkan klubnya, Athletic Bilbao ketika berhadapan dengan Courtois yang mengawal gawang Real Madrid.
Tetapi, pertemuan keduanya di perempat final Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 02.00 WIB) sangat berbeda, khususnya bagi Don Simon, julukan Simon.
Bukan hanya head-to-head pertama Simon melawan Thiba, sapaan akrab Courtois di level timnas. Bagi Simon, ini bisa jadi peluang terbaiknya mengejar level Thiba. Yakni, menyamai prestasi Thiba yang memenangi Golden Glove (gelar untuk kiper terbaik) di Piala Dunia 2018.
Baca Juga: Dominasi Eropa Belum Tergusur
Hingga perempat final, Simon jadi satu-satunya kiper yang tidak kebobolan. ”Memperpanjang menit-menit tanpa kebobolan gol di Piala Dunia benar-benar berharga bagiku,” ucap Simon seperti dikutip dari Diario AS.
”Aku mencoba terus menambah menit bermain dan laga-lagaku tanpa kebobolan sehingga siapa pun yang ingin memecahkan rekorku akan kesulitan,” sambung kiper berusia 29 tahun dengan 63 caps tersebut.
Berbeda dengan Simon, Thiba sudah kebobolan lima gol sejak di fase grup. Meski begitu, hal itu tidak melunturkan pamor kiper 34 tahun dengan 114 caps tersebut.
”Dia (Thiba) kiper terbaik dunia dan sangat tangguh. Tetapi, kami juga punya Unai yang masih nirbobol. Ini akan jadi sejarah yang spektakuler,” ucap gelandang serang Spanyol Dani Olmo.
Serasa Bertemu Rumah Kedua
Spanyol, tidak bisa dimungkiri, sudah jadi rumah kedua bagi Thiba. Selain kariernya yang melejit bersama Atletico Madrid, Thiba merebut gelar-gelar prestisius bersama Real. Makanya, duel di perempat final Piala Dunia ini serasa melawan rumah keduanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




