
ARLINGTON (RIAUPOS.CO) - Performa wide attacker Lamine Yamal bersama Spanyol selama Piala Dunia 2026 tidak sebanding dengan Kylian Mbappe bersama Prancis. Yamal baru main penuh untuk timnas juara Eropa tersebut di fase gugur karena baru pulih dari cedera. Bintang FC Barcelona itu pun hanya memiliki sebiji gol. Bandingkan dengan Mbappe yang mengoleksi 8 gol dan 3 umpan gol.
Akan tetapi, Yamal bisa jadi kunci penghancur striker Real Madrid tersebut dalam semifinal Piala Dunia di AT&T Stadium, Arlington, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 02.00 WIB). Bahkan, surat kabar L’Equipe menyebut Yamal sebagai bete noire atau dalam bahasa Prancis berarti momok yang menakutkan.
Hal itu karena rapor buruk Mbappe di hadapan Yamal. Lima kali bertemu di level timnas maupun klub, Donatello, julukan Mbappe selalu jadi pecundang. El Dimoni de Rocafonda alias Setan Kecil dari Rocafonda, julukan Yamal selalu menang dan mencetak lebih banyak gol (4 gol berbanding 3 gol untuk Mbappe).
”Apabila ada yang harus takut, itu adalah mereka (Prancis). Kami sudah pernah mengalahkan mereka sebelumnya. Aku tidak takut dengan mereka,” ungkap Yamal seperti dilansir dari Mundo Deportivo.
Baca Juga: Tunjuk Diego Forlan Jadi Pelatih Interim
Kepada RMC Sport, bek tengah Prancis Ibrahima Konate merespons ucapan Yamal sebagai psywar yang tidak perlu diambil hati. Konate yang musim depan membela rival abadi klub Yamal, Real Madrid, meminta rekan-rekannya di Les Bleus, julukan Prancis tetap fokus pada diri sendiri dan bukan kepada psywar Yamal.
”Yang terpenting mempertahankan kerendahan hati yang sudah kami tunjukkan sejak awal dan tidak jatuh ke dalam perangkap semacam itu,” tutur Ibou, sapaan akrab Ibrahima Konate.
Memori Laporte
Duel lawan Prancis juga menggugah memori lama bek tengah Spanyol Aymeric Laporte. Lima tahun lalu, Laporte pindah kewarganegaraan dari Prancis ke Spanyol. Bek berusia 32 tahun itu pun sudah membuktikan telah mantap berhati La Roja, julukan Spanyol.
Baca Juga: Semifinal Ideal
Bahkan, di semifinal Euro 2024, Laporte jadi bagian kesuksesan Spanyol menyingkirkan Prancis. Pemain Athletic Bilbao itu pun bertekad mengulanginya dini hari nanti. ”Kami harus memainkan permainan kami sendiri karena aku rasa itu akan lebih krusial bagi kami,” tutur Laporte dalam program ”La Tribu” di Radio Marca.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




