
PADA 3 November 2026 nanti, warga Amerika Serikat (AS) kembali mendatangi tempat pemungutan suara. Pemilu paruh waktu atau midterm election ini bukan untuk memilih presiden. Namun, hasilnya akan menentukan apakah Partai Republik, partai Presiden Donald Trump, tetap menguasai Kongres atau harus berbagi kekuasaan dengan Partai Demokrat.
Pemilu kali ini berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap kinerja Trump. Perang AS-Israel melawan Iran, kenaikan harga bahan bakar, dan biaya hidup menjadi persoalan yang membayangi kampanye. Kebijakan luar negeri yang semula diputuskan di Washington kini ikut menentukan perdebatan politik domestik.
Survei Reuters yang dirilis pada 19 Oktober 2026 mencatat hanya 31 persen warga AS menyetujui kinerja Trump. Angka itu merupakan tingkat persetujuan terendah selama dua masa jabatannya. Dalam pertanyaan mengenai pilihan partai untuk pemilu Kongres, 47 persen pemilih terdaftar memilih Demokrat dan 35 persen memilih Republik. Selisih 12 poin ini menjadi keunggulan Demokrat terbesar dalam siklus pemilu kali ini menurut survei tersebut.
Baca Juga: Bintang-Bintang Prometheus
Angka itu tidak memastikan hasil pemilu. Namun, ia menunjukkan tekanan politik yang dihadapi Trump menjelang hari pemungutan suara.
Perang dan Biaya Hidup
Serangan militer AS bersama Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Perang kemudian menjadi salah satu sumber ketegangan politik di dalam negeri, terutama ketika harga bahan bakar meningkat dan rumah tangga menghadapi tekanan biaya hidup.
Survei AP-NORC yang dilakukan pada 8-12 Oktober menemukan sekitar delapan dari sepuluh pemilih terdaftar menginginkan Kongres memprioritaskan penurunan biaya hidup. Sekitar tujuh dari sepuluh anggota Kongres juga menginginkan perang dengan Iran diakhiri. Sebaliknya, hanya sekitar dua dari sepuluh yang menganggap dukungan terhadap agenda Trump sebagai prioritas utama Kongres berikutnya.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi dan perang melampaui batas dukungan partai. Bahkan di kalangan pemilih Republik, biaya hidup dan berakhirnya perang menjadi perhatian penting.
Bagi Trump, persoalannya bukan semata-mata bagaimana menjelaskan tujuan militer di Iran. Ia juga harus menjawab pertanyaan mengenai biaya perang, dampaknya terhadap harga energi, dan konsekuensinya bagi masyarakat Amerika. Ketika kebijakan luar negeri menambah beban ekonomi rumah tangga, dukungan terhadap pemerintah dapat ikut tergerus.
Perebutan Kendali Kongres
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




