Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Plastik Naik, Pedagang Bingung

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Naik : Pedagang memperlihatkan plastik yang mengalami kenaikan harga di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Kamis (2/4/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Naik : Pedagang memperlihatkan plastik yang mengalami kenaikan harga di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Kamis (2/4/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

Advertisement

 

KOTA (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga plastik kemasan sekitar Rp4.000 per produk membuat kaget para pedagang plastik. Mereka harus menyesuaikan harga jual setelah terjadi lonjakan harga dan kesulitan menjawab pertanyaan pembeli soal kenaikan tersebut.

Pantauan Riau Pos, Kamis (2/4) terlihat sejumlah toko plastik di Pekanbaru sepi pembeli. Pedagang mengatakan, kenaikan harga plastik memengaruhi daya beli konsumen dan perputaran penjualan di tingkat pedagang.

Advertisement

Banyak pedagang mengaku masih bertahan dengan harga lama untuk mempertahankan pelanggan yang biasa membeli plastik. Sedangkan pedagang lainnya tetap mengikuti harga jual agar tidak rugi.

Seorang pedagang plastik, Lusi mengatakan, kenaikan harga tersebut terjadi secara merata pada hampir semua merek. Ia mencontohkan, harga plastik merek Royal yang sebelumnya dijual Rp13.000 kini menjadi Rp17.000. 

Menurutnya, para pedagang tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut karena harga sudah naik dari pemasok. ”Hampir semua merek naik sekitar Rp4.000. Kami juga tidak tahu penyebabnya karena dari sananya memang sudah naik. Dampaknya ke kami jelas terasa, omzet jadi berkurang, kira-kira turun sekitar 10 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lusi mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini turut memicu keluhan dari para pelanggan yang merasa keberatan dengan harga baru tersebut. 

”Banyak di antara mereka yang membandingkan harga dengan sebelumnya dan mempertanyakan alasan kenaikan,” katanya. 

Di sisi lain, pedagang juga berada pada posisi sulit karena tidak dapat menahan kenaikan harga yang sudah ditetapkan oleh distributor. Kondisi ini secara perlahan memengaruhi hubungan antara pedagang dan pembeli, serta berpotensi menurunkan frekuensi transaksi harian di pasaran.

Para pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan harga plastik dapat kembali stabil seperti sebelumnya. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keberlangsungan usaha kecil yang sangat bergantung pada keperluan plastik.(ayi) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

UMP Riau 2027: Antara Formula dan Keadilan Melayu

UMP Riau 2027: Antara Formula dan Keadilan Melayu

Sidang UMP Riau 2027 krusial hadapi inflasi & disparitas ekonomi. Ekonom usulkan model 3 klaster demi solusi adil buruh dan pengusaha.

Realisasi PBBKB Riau Capai Rp1,121 Triliun hingga September 2026

Realisasi PBBKB Riau Capai Rp1,121 Triliun hingga September 2026

Pemprov Riau mencatat realisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) mencapai Rp1,121 triliun hingga September 2026.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akselerasi Digitalisasi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akselerasi Digitalisasi

Bank Indonesia Riau gelar Riau Economic Forum 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, hilirisasi, dan akselerasi digitalisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer