
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Bengkalis semakin parah. Bahkan, kabut asap akibat karhutla semakin meluas. Jika Sabtu (4/4), jerebu hanya menyelimuti Desa Teluk Lancar, pada Ahad (5/4) meluas ke empat desa lainnya, yakni Desa Pelkun, Kelemantan, Sekodi, dan Desa Kembung Luar.
Daerah tersebut diselimuti asap tebal dan juga partikel debu kebakaran yang bertebaran di udara. Pantauan Riau Pos di lapangan, sejak pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB, kabut asap terlihat sangat jelas dan jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 2 kilometer.
Partikel debu karhutla bertebaran di udara, bahkan, menempel di kepala warga yang berada di luar ruangan dan rumah warga. Kondisi ini membuat masyarakat setempat khawatir. “Sudah dua hari ini diselimuti asap karena lokasi kebakaran hutan dan lahan sangat dekat dengan perkampungan masyarakat,” ucap Salam, warga Desa Kembung Luar, Ahad (5/4).
Ia mengaku, kondisi panas terik dan tak kunjung turun hujan membuat petugas pemadaman tak mampu berbuat banyak dan hanya memandang serta memadamkan api seadanya. Menurutnya, sumber air jauh dari lokasi kebakaran. Sedangkan lahan yang terbakar merupakan tanah gambut serta semak belukar yang sudah kering, sehingga api dengan cepat membakar lahan tersebut.
Ahban, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kembung Luar mengatakan, kebakaran lahan terus meluas. Bahkan asapnya setiap pagi sangat tebal dan partikel debu karhutla bertebaran di udara, kondisi ini sangat membahayakan kesehatan warga.
“Bahkan informasi dari saudara kami di Malaysia, asapnya sudah sampai di sana. Kan ini sudah sangat mengganggu dan kami bersama masyarakat tetap berupaya memadamkan api,” jelasnya.
Ia berharap, ada bantuan segera dari provinsi maupun pusat untuk mengirim helikopter dengan water bombing. Kalau ini tidak dilakukan, mereka khawatir seluruh lahan dari lima desa yang berdekatan akan terus terbakar.
“Hanya kuasa Allah saja yang bisa memadamkan api. Kami terus berdoa agar segera turun hujan derassehingga api cepat padam dan tidak ada lagi titik api,” harapnya.
Sedangkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi ST mengatakan, sampai saat ini kawasan hutan dan lahan yang terbakar terus meluas. Bahkan yang terparah saat ini adalah di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




