Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau, Rumput di Median Jalan Mengering

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
KERING: Kondisi rumput di median Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru mengering dampak dari cuaca ekstrem atau musim kemarau, Rabu (19/8/2026). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
KERING: Kondisi rumput di median Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru mengering dampak dari cuaca ekstrem atau musim kemarau, Rabu (19/8/2026). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Di musim kemarau saat ini, tanaman penghijauan di Kota Pekanbaru mulai menguning dan kering. Termasuk rumput-rumput di sejumlah median jalan protokol.

Pantauan Riau Pos, Rabu (19/8), hampir sebagian besar tanaman yang berada di median jalan protokol di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta mulai berubah menjadi kekuningan bahkan cende­rung kecokelatan dan mengering.

Hanya beberapa bagian tanam yang masih terlihat segar dengan rerumputan liar yang masih berwarna hijau karena masih tertutupi oleh pohon pelindung yang ada di dekatnya. Sedangkan kondisi yang nyaris sama malah terjadi pada sejumlah pohon peneduh yang ditanam di median. Sebagian besar pohon pelindung tidak hanya mengering dan mengugurkan daunnya tetapi terlihat sudah botak dan gersang karena minimnya cadangan air di sekitar median jalan.

Advertisement

Baca Juga: Wako Minta Camat Lebih Peka

Menurut salah seorang pengendara motor Rinalda, dirinya sangat miris melihat kondisi rumput dan tanaman di sejumlah median jalan protokol seperti di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan HR Soebrantas yang mengering dan berubah kecoklatan akibat cuaca panas serta kurangnya penyiraman rutin membuat kondisi ini membuat wajah kota tampak gersang dan dikhawatirkan memicu bahaya kebakaran dari puntung rokok.

”Terasa kali gersangnya lewat jalan protokol karena rumput-rumput yang tadinya tumbuh subur dan menyegarkan mata malah berubah jadi coklat semuanya. Takutnya kalau ada pengendara motor atau mobil yang membuang puntung rokok ketanam bisa jadi kebakaran pula,” katanya. 

Advertisement

Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara lainnya Novri Sapitri, juga menyoroti kondisi rumput di median jalan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta mengu­ning, sehingga kawasan tampak gersang dan tidak tertata, selain itu debu-debu juga berterbangan di kawasan itu.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perawatan yang maksimal terhadap pohon pelindung dan tanaman yang ada di median jalan agar tidak mati akibat cuaca panas terik yang melanda Kota Pekanbaru.

”Mungkin bisa dimaksimalkan lagi penyiramannya agar tidak ada yang mati. Sayang kan kalau sampai mati jadi makin terasa gersang jalanan kota,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya meningkatkan armada penyiraman untuk mengantisipasi kondisi cuaca panas dan kemarau. Saat ini, jumlah tangki penyiraman ditingkatkan dari tiga menjadi empat tangki.

”Armada kita ada tujuh, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Satu armada rata-rata beroperasi tiga shift,” ujar Reza.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BMKG: Kemarau Lebih Panjang dan Kering, 52 Titik Panas Terdeteksi di 9 Daerah

BMKG: Kemarau Lebih Panjang dan Kering, 52 Titik Panas Terdeteksi di 9 Daerah

Kombinasi El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif memicu penurunan curah hujan drastis.

Masuk Puncak Musim Kemarau, Suhu Udara Riau Capai 36°C

Masuk Puncak Musim Kemarau, Suhu Udara Riau Capai 36°C

Selama beberapa hari terakhir suhu udara di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan yang signifikan bahkan antara 32 hingga 36° Celcius

Petani Kelapa Jangan Lengah saat Musim Panen! Kemarau Tahun Ini Bisa Berdampak hingga Dua Tahun

Petani Kelapa Jangan Lengah saat Musim Panen! Kemarau Tahun Ini Bisa Berdampak hingga Dua Tahun

Petani Kelapa Jangan Lengah saat Musim Panen! Kemarau Tahun Ini Bisa Berdampak hingga Dua Tahun, dampak cuaca terhadap panen kelapa di inhil

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer