
PEKANBARU (RIUAPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menelusuri kebenaran dugaan adanya aktivitas LGBT di Kafe Laksamana Muda. Satpol PP memanggil pihak pengelola kafe, Selasa (20/10).
Sejumlah orang yang terlihat dalam rekaman tersebut juga diminta hadir guna memberikan penjelasan mengenai kejadian yang menjadi perhatian publik.
Pemanggilan ini dilakukan untuk mengungkap fakta di balik video yang beredar di media sosial. Satpol PP ingin memastikan kronologi kejadian sekaligus mengetahui pihak yang bertanggung jawab sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Baca Juga: Bawa Sabu 46,9 Kg, Oknum Babinsa Langkat Ditangkap di Pekanbaru
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto menjelaskan, petugas telah mendatangi Kafe Laksamana Muda, Senin (19/10) malam. Namun, saat pemeriksaan berlangsung, petugas tidak mendapati aktivitas seperti yang terlihat dalam video viral tersebut.
Atas dasar itu, pihaknya memilih meminta keterangan langsung dari pengelola kafe. Menurut Desheriyanto, klarifikasi diperlukan agar tidak muncul penilaian sepihak yang berpotensi merugikan pihak-pihak terkait.
”Kami datang ke Kafe Laksamana Muda untuk klarifikasi. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik orang-orang yang terlibat dalam aksi tersebut maupun pengusahanya,” ujar Desheriyanto Selasa (20/10).
Ia menyampaikan, pengelola diminta menghadirkan orang-orang yang muncul dalam video untuk menjalani pemeriksaan. Melalui proses tersebut, Satpol PP akan mendalami apakah kejadian itu merupakan bagian dari acara yang difasilitasi pengelola atau dilakukan atas inisiatif pengunjung.
Dikatakan Desheriyanto, dari informasi awal yang disampaikan penanggung jawab kafe, peristiwa dalam rekaman itu terjadi pada Ahad (18/10) malam. Ketika itu, kafe disebut sedang mengadakan pertunjukan musik rutin dan melayani pengunjung seperti biasanya.
Pihak pengelola juga menerangkan bahwa rekaman tersebut dibuat oleh pengunjung yang disebut terlibat dalam kejadian. Mereka diklaim baru pertama kali mendatangi kafe tersebut dan menggunakan pakaian yang dinilai tidak berbeda dari pengunjung lainnya.
Meski telah menerima penjelasan awal, Satpol PP belum menetapkan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab. Desheriyanto menekankan bahwa keterangan dari pengelola maupun orang-orang dalam video perlu diperiksa terlebih dahulu agar persoalan dapat diketahui secara utuh.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




