
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengusulkan agar nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah sebagai identitas gerbang tol yang menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang. Usulan ini pun disebutkan telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Penamaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru dalam mengangkat kembali sejarah berdirinya Kota Pekanbaru, khususnya sosok Sultan Abdul Jalil Muazamsyah yang dikenal sebagai tokoh pendiri kota.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pemberian nama tokoh pendiri Pekanbaru itu merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendahulu. Penamaan tersebut diharapkan menjadi warisan (legacy) bagi pemko dan masyarakat Pekanbaru.
”Kita tidak melupakan pendahulu kita, sehingga generasi mendatang tetap mengenal sosok yang memiliki peran penting dalam berdirinya Pekanbaru,” kata Wako, Selasa (3/11).
Baca Juga: Simpang Sebidang Kembali Ditutup
Pada April 2026, Agung juga telah mengusulkan agar gerbang tol tersebut menggunakan nama tokoh pendiri Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah. Usulan itu mendapat dukungan dari kalangan lembaga adat.
Jalur tersebut menghubungkan Gerbang Tol Dumai-Pekanbaru dengan ruas Pekanbaru-Kampar. Dengan penamaan tersebut, gerbang tol tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur transportasi modern, tetapi juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat terhadap sejarah panjang berdirinya Kota Pekanbaru serta identitas budaya Melayu.(yls)
Laporan JOKO SUSILO, Kota
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




