PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - RS Awal Bros Group bersama Universitas Awal Bros (UAB) menandatangani kesepakatan kolaborasi strategis jangka panjang dengan raksasa teknologi medis global, PT Siemens Healthineers Indonesia, Senin (16/2).
Acara yang berlangsung di kampus utama Universitas Awal Bros Pekanbaru ini menandai integrasi teknologi medis mutakhir dengan penguatan ekosistem pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia.
Kolaborasi ini mencakup dua pilar utama, yaitu modernisasi infrastruktur penunjang medis di jaringan RS Awal Bros dan pengembangan kurikulum serta kualitas lulusan di Universitas Awal Bros yang berbasis teknologi terkini.
Group Head Penunjang Medis RS Awal Bros dr Dian Marsudiwati Ali MARS menegaskan dampak pada layanan pasien.
Baca Juga: RS Awal Bros Group Hadirkan Solusi Medis Rambut Pertama di Riau
“Simbolik piagam ini mempertegas komitmen kami dalam menghadirkan standar layanan penunjang medis kelas dunia. Kerja sama ini memastikan setiap diagnosis yang akurat dan presisi di RS Awal Bros didukung teknologi paling akurat, menjadikan kami partner of choice bagi masyarakat yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan medis,” ujarnya.
Rektor Universitas Awal Bros Dr Yulianti Wulandari SKM MARS menyampaikan pentingnya kolaborasi ini bagi dunia akademik.
“Kami menyambut baik sinergi bersama Siemens Healthineers ini sebagai langkah nyata meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Universitas Awal Bros. Melalui akses langsung ke teknologi industri tingkat global, kami memastikan lulusan kami memiliki kompetensi tinggi yang relevan dengan kebutuhan pasar kesehatan masa depan,” katanya.
Acara ini mendapatkan perhatian internasional dengan hadirnya jajaran pimpinan regional Siemens Healthineers, termasuk President of Asia Pacific Japan Vy Tran, Head of Sales Georgie Rachev, Head of Communications Yashida Kumari serta President Director PT Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer.
Kehadiran delegasi regional ini menegaskan kolaborasi di Pekanbaru ini menjadi salah satu proyek percontohan strategis dalam transformasi kesehatan di kawasan Asia Pasifik.(gem)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru