PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jika sebelumnya model gamis bini orang lebih dulu populer dan menarik perhatian kaum hawa, kini muncul model baru bernama gamis bini sah yang mulai diminati pembeli. Kedua model tersebut bahkan sama-sama laris di pasaran menjelang Lebaran tahun ini.
Pantauan Riau Pos, Kamis (12/3) di pusat perbelanjaan Sukaramai Trade Centre (STC) Jalan Jenderal Sudirman, mulai ramai dipadati pengunjung. Mereka berjalan menyusuri satu demi satu kios pedagang di STC mencari baju baru untuk merayakan Lebaran khususnya baju tunik istri sah yang memiliki model rompi lepas.
Penjual busana muslim perempuan di Pekanbaru, Ratna (36), mengatakan bahwa gamis bini sah mulai diperkenalkan tahun ini dan mendapat respons positif dari pembeli. Menurutnya, model ini menyasar konsumen yang menyukai busana sederhana dan tidak terlalu mencolok, seperti kalangan ibu rumah tangga.
”Model gamis bini sah ini lebih simpel, potongannya lurus lalu diberi sedikit bel di bagian bawah. Jadi cocok untuk orang yang tidak suka terlalu fesyen,” ujar Ratna saat ditemui di lapak dagangannya.
Ratna menjelaskan, tren penamaan unik pada model gamis memang sedang ramai digunakan para penjual untuk menarik perhatian konsumen. Menjelang Lebaran, berbagai nama model seperti bini orang, gamis bini sah, hingga menantu idaman kerap digunakan sebagai strategi pemasaran busana muslim perempuan. Agar bisa menjadi daya tarik pembeli dan menjadi laris di pasaran jelang Lebaran 2026 ini.
Ia menyebutkan, peminat kedua model tersebut juga berbeda. Gamis bini orang lebih banyak diminati kalangan anak muda atau remaja putri karena modelnya lebih modis dan mengikuti tren fashion. Sementara itu, gamis bini sah lebih banyak dibeli oleh kalangan ibu-ibu yang mengutamakan kenyamanan serta tampilan yang sederhana.
”Kalau gamis bini orang peminatnya banyak anak gadis karena modelnya lebih gaya. Kalau gamis bini sah biasanya ibu-ibu yang beli karena modelnya lebih simpel,” tambahnya.
Ratna menambahkan, penjualan gamis tersebut sudah dimulai sejak sebelum bulan Ramadan. Untuk model bini orang, stok sudah masuk sejak akhir Desember 2025, sedangkan model bini sah baru mulai dijual menjelang Ramadan tahun ini.
Baca Juga: BRK Syariah Salurkan Bantuan untuk Masjid Ar-Raudhah dalam Safari Ramadan Pemprov Riau
Fenomena meningkatnya penjualan gamis ini sejalan dengan tren busana muslim perempuan menjelang Lebaran 2026 yang mengarah pada desain elegan namun tetap nyaman dipakai saat bersilaturahmi. Model gamis dengan potongan sederhana seperti kembang atau lurus, warna netral, serta detail minimalis diprediksi menjadi salah satu tren utama tahun ini.
Selain faktor tren, kebutuhan masyarakat akan busana baru untuk merayakan Idulfitri juga turut mendorong peningkatan penjualan. Banyak konsumen mulai berburu baju Lebaran sejak beberapa minggu sebelum Ramadan agar memiliki lebih banyak pilihan model.***
Laporan PRAPTI DWI LESTARI