Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBKSDA Intensif Pantau Pergerakan Harimau di Pelalawan

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Supartono. (Kepala BBKSDA Riau)
Supartono. (Kepala BBKSDA Riau)

Advertisement

 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Tim Mitigasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus memantau pergerakan harimau yang diduga memangsa dua warga dalam kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)-Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono  mengatakan, tim sudah memasang camera trap atau kamera penjebak untuk mengidentifikasi harimau sumatera yang pemangsa warga di perbatasan Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan. ‘’Untuk menangkap dan mengevakuasi harimau itu, kami juga memasang kandang jebak,” terangnya, Selasa (14/7).

Advertisement

Meski demikian, sambung Supartono, pihaknya belum dapat memastikan, apakah dua kasus penyerangan warga itu adalah individu harimau yang sama. “Jadi, tim sedang melakukan pemantauan terkait keberadaan harimau, khususnya di lokasi kejadian. Sejauh ini, kita masih menunggu info dari tim di lapangan,” paparnya.

Diungkapkan Supartono, dengan adanya kasus penyerangan harimau ini, pihaknya mengimbau agar perusahaan dapat memberlakukan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ketat terhadap para pekerja. Sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi kedepannya. 

Advertisement

Selain itu, masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat harimau sumatera juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari. Kemudian pastikan sistem pengamanan kamp berfungsi dengan baik dan segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.

“BBKSDA Riau menegaskan penanganan konflik satwa liar akan terus dilakukan bersama para pihak terkait dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatera sebagai satwa dilindungi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Camat Pelalawan, Theo Pandu Alrasyid menambahkan, kejadian penyerangan harimau itu, berada jauh dari permukiman masyarakat.  “Berjarak sekitar 7 hingga 9 kilometer dari permukiman. Sejauh ini, tidak ada areal kebun warga di sekitar kejadian karena berada dalam kawasan hutan lindung,’’ jelasnya.

‘’Dengan adanya kejadian ini, kita meminta perusahaan dapat meningkatkan SOP agar kejadian ini tidak kembali terulang lagi. Masyarakat dan pekerja, kami imbau agar dapat mengurangi aktivitas di daerah semak belukar atau pun hutan. Jika tetap beraktiviktas, jangan sendiri. Minimal 5 orang. Kami minta BBKSDA segera mengevakuasi harimau itu dari lokasi agar tidak kembali terjadi korban jiwa,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, serangan harimau terhadap pekerja kebun perusahaan pemegang PBPH kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan. Jumat (10/7) korban bernama Eko Prastio (29), seorang pekerja kebun PBPH, tewas diterkam harimau sumatera.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Harimau Memangsa Manusia Lagi di Pelalawan

Harimau Memangsa Manusia Lagi di Pelalawan

Harimau Sumatera kembali memangsa pekerja di Pelalawan. BBKSDA Riau memasang kandang jebak usai dua serangan mematikan dalam sepekan.

Satu Nyawa Lagi Melayang Karena Harimau di Pelalawan

Satu Nyawa Lagi Melayang Karena Harimau di Pelalawan

Setelah anak seorang pekerja kebun perusahaan PBPH di Kayu Ara, Pelalawan tewas diterkam harimau, pada Jumat lalu satu orang lagi tewas

Remaja Tewas Diterkam Harimau di Pelalawan

Remaja Tewas Diterkam Harimau di Pelalawan

Seorang remaja, Jerlin Zalukhu (12 tahun), tewas diterkam Harimau Sumatera di salah satu lokasi Hutan Hutan Tanaman Industri di Pelalawan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer