Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harimau Memangsa Manusia Lagi di Pelalawan

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
Tim Gabungan BBKSDA Riau memasang kandang jebak di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (10/7/2026). (BBKSDA Riau UNTUK Riau Pos)
Tim Gabungan BBKSDA Riau memasang kandang jebak di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (10/7/2026). (BBKSDA Riau UNTUK Riau Pos)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Serangan harimau terhadap pe­kerja kebun perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) kembali terjadi di Kabupa­ten Pelalawan. Jumat (10/7) korban bernama Eko Prastio (29), seorang pekerja kebun PBPH, tewas diterkam harimau sumatera.

Sebelumnya, Selasa (7/7), seorang remaja bernama Jerlin Zalukhu (12) ditemukan tewas di area konsesi antara Sungai Ara dan Pengkalan Terap, Kecamatan Pelalawan. Anak pekerja kebun ini diterkam harimau saat menemani sang kakak mencuci piring di malam hari. 

Advertisement

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Laskar Jaya Permana mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang siaga di lokasi sejak 7 Juli lalu, peristiwa Eko Prasitio diterkam harimau, Jumat (10/7) lalu diperkirakan terjadi pada rentang pukul 21.00 WIB malam hingga Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB dini. Ini adalah jam aktif hewan buas terancam punah itu berburu.

Jaya Permana memaparkan, korban Eko Prastio sekitar pukul 19.15 WIB berpamitan kepada rekan satu kamar untuk mencari sinyal telepon guna menyampaikan agenda pekerjaan besok hari melalui grup WhatsApp kru pekerja. Namun hingga pukul 24.00 WIB korban belum kembali ke mess.

Advertisement

Lalu rekan kerja korban bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian di sekitar mes. Dalam proses pencarian di lokasi yang biasa digunakan korban untuk menelepon, tim menemukan sejumlah barang milik korban berupa sandal dan headset, disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak. 

‘’Dekat lokasi itu juga ditemukan jejak harimau sumatera dan jejak anjing yang mengarah ke titik ditemukannya barang-barang milik korban,’’ kata Jaya Permana, Senin (13/7).

Melihat itu, sekitar pukul 02.30 WIB, petugas keamanan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim WRU BBKSDA Riau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.  

Tim gabungan BBKSDA Riau tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.52 WIB. Tim mengidentifikasi ukuran jejak kaki harimau sekitar panjang 16 cm dan lebar 15 sentimeter (cm), yang mengarah dari lokasi korban terakhir berada.

Setelah melakukan pencarian dalam radius sekitar 3 kilometer (km) dari lokasi kejadian hingga pukul 04.00 WIB, tim menghentikan pencarian karena kondisi gelap yang diiringi keterbatasan jarak pandang pada subuh hari.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BBKSDA Riau Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Kawasan Konservasi

BBKSDA Riau Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Kawasan Konservasi

Pemkab Bengkalis dan BBKSDA Riau perkuat kerja sama. Tujuannya, untuk sinergi pembangunan demi pelestarian kawasan konservasi

Jejak Harimau Sumatera Muncul di Kota Bangkinang

Jejak Harimau Sumatera Muncul di Kota Bangkinang

Tim BBKSDA Riau bersama warga tempatan melakukan pengecekan jejak harimau di kawasan Jalan Lingkar, Kecamatan Bangkinang Kota, Kampar.

Dua Bulan Beruang Belum Tertangkap, Warga Menaming Rohul Takut ke Kebun, Desak BBKSDA Riau Bertindak

Dua Bulan Beruang Belum Tertangkap, Warga Menaming Rohul Takut ke Kebun, Desak BBKSDA Riau Bertindak

Keberadaan beruang liar yang diduga berkeliaran di sekitar perkebunan Menaming Rohul membuat masyarakat was-was saat hendak pergi ke kebun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer