
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mulai digelar (26/10) pagi ini. Sebanyak 3.864.195 murid jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat diperkirakan mengikuti asesmen tersebut dalam beberapa gelombang selama dua pekan ke depan.
Pelaksanaan TKA menggunakan dua moda, yakni daring (dalam jaringan) dan semidaring. Pada moda daring, peserta memerlukan koneksi internet selama ujian berlangsung.
Sementara itu, moda semi-daring hanya memerlukan internet untuk sinkronisasi server sekolah dengan server pusat serta mengunduh data ujian. Saat pengerjaan, distribusi soal ke komputer peserta dilakukan melalui jaringan lokal.
Baca Juga: Wisuda XXXI Umri Penuh Haru, Kukuhkan Wisudawan Terbanyak Sepanjang Sejarah
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin mengimbau peserta memahami petunjuk pengerjaan sebagaimana saat gladi bersih.
Dia juga menekankan pentingnya kejujuran selama ujian. ”Jujur mengerjakan dengan kemampuan sendiri karena hasil yang bermanfaat berawal dari gambaran kemampuan yang sebenarnya,” ujarnya di Jakarta, kemarin (25/10).
TKA tahun ini juga menerapkan skala skor 200-800. Toni menjelaskan, skor tersebut bukan persentase jawaban benar, melainkan bentuk pelaporan hasil asesmen yang memperhitungkan karakteristik soal.
Sebab, jumlah jawaban benar saja belum tentu menggambarkan kemampuan murid secara adil. Dua peserta yang menjawab jumlah soal dengan benar sama bisa memiliki tingkat kemampuan berbeda apabila tingkat kesulitan soal yang dikerjakan tidak setara.
Pendekatan I
Untuk mengukur kemampuan tersebut, TKA menggunakan pendekatan i IRT) dengan model dua parameter. ”Pengolahan jawaban memperhitungkan tingkat kesukaran dan daya pembeda soal untuk memperkirakan kemampuan akademik peserta. Hasilnya kemudian dilaporkan dalam rentang skor 200–800,” katanya.
Kemendikdasmen menegaskan, metode pengukuran dan skala pelaporan merupakan dua hal berbeda. Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit atau kemampuan murid otomatis meningkat. Skor baru juga tidak bisa langsung dikonversi ke skala lama melalui pembagian atau perkalian sederhana.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




